5 Mata uang yang tak loyo melawan dolar Amerika Serikat

Venezuela, Turki, dan Argentina sedang mengalami krisis ekonomi. Mata uang negara mereka melemah, semua harga menjadi mahal. Nilai mata uang Indonesia juga merosot imbas krisis di Argentina saat ini.

Banyak yang beranggapan bahwa dolar Amerika Serikat (USD) sebagai acuan nilai mata uang dunia. Alasannya, karena dolar AS adalah mata uang terkuat dibanding negara lain. Padahal tidak.

Seperti dikutip dari fxssi.com, berikut mata uang terkuat dan tak tergoyah dengan dolar AS

Kuwait Dinar adalah mata uang dunia yang tertinggi terhadap Dolar AS. Kurs saat ini, 1 KWD = 3,33 USD.

Kuwait adalah negara kecil dengan kekayaan luar biasa. Kurs mata uangnya makin kuat berkat ekspor barang minyak yang meningkat ke pasar global.

 

Kurs mata uang Bahrain saat ini yaitu 1 BHD = 2,65 USD. Bahrain Dinar menjadi mata uang kedua yang paling berharga.

Bahrain adalah negara pulau Teluk Persia dengan populasi lebih dari 1 juta orang. Pendapatan terbesar negara ini adalah ekspor emas hitam.

Yang menarik dari mata uang Dinar Bahrain adalah nilainya terhadap Dolar AS tetap sama selama 14 tahun.

Kurs mata uang oman saat ini adalah 1 OMR = 2,60 USD. Oman adalah negara Semenanjung Arab. Menurut lokasinya yang strategis, Oman memperoleh ekonomi yang maju dan kualitas hidup yang tinggi.

Daya beli Oman Rial sangat tinggi, sehingga pemerintah harus mengeluarkan uang kertas Rial hanya 1/4 dan 1/2.

Saat ini kurs mata uang Jordan adalah 1 JOD = 1,41 USD. Negara ini tidak berkembang secara ekonomi dan tidak memiliki sumber daya penting, seperti minyak.

Satu Dinar Jordan tidak pernah kurang dari USD 1,41. Inilah yang menjadikan Jordan Dinar sebagai salah satu dari 10 mata uang dunia yang paling kuat.

Banyak orang yang mengira kalau British Pound adalah mata uang terkuat selain AS. Nyatanya tidak. Saat ini, kurs mata uang Inggris, 1 GBP = 1,39 USD.

Koloni Inggris pertama kali mengeluarkan uang kertasnya sendiri. Kalau dilihat, uang kertasnya berbeda dari uang kertas yang dikeluarkan oleh Bank of England. Tetapi nilainya sama, 1 per 1.

Oleh karena itu, ada beberapa mata uang pound berbeda, di antaranya: Skotlandia, Irlandia Utara, Manx, Jersey, Guernsey, Pound Gibraltar, serta Pound St. St.ena dan Pound Kepulauan Folkland.

Namun penduduk asli Inggris tidak selalu ingin menerima Pound “yang lain” sebagai pembayaran.