7 Makhluk hidup yang bisa diubah jadi botol dan kantong kresek, ganja termasuk

Di era di mana penumpukan sampah jadi salah satu masalah terbesar planet Bumi saat ini, mengganti material berbahan plastik menjadi alternatif yang bersifat ‘bio-degradable’ adalah sebuah hal yang signifikan untuk menyelamatkan Bumi kita dari pemanasan global.

Mungkin kita tak sadar bahaya plastik di kehidupan kita. Namun dengan adanya penumpukan plastik di laut, berbagai racun kimiawi yang terkandung bisa meracuni tubuh kita juga dengan cara tak langsung. Mulai dari ikan yang kita makan, hingga air tanah yang kita konsumsi karena tentu air tanah datang dari proses kondensasi.

Ini merupakan hal buruk karena hidup kita selalu berkutat di botol plastik minuman, kantong kresek, serta banyak produk lain yang mengandung plastik dan kita konsumsi per hari dalam jumlah banyak. Hal ini membuat para ilmuwan fokus untuk hidup mengurangi sampah plastik dan menggantinya dengan alternatif yang lebih ramah sehingga sampah bisa berkurang dan biodegradasi material ini bisa baik juga untuk tanah.

Berikut beberapa alternatif material yang berasal dari makhluk hidup, yang bisa mengganti botol, kantong kresek, atau barang tak bio-degradable Anda sehari-hari.

. Jamur

Merdeka.com – Jamur telah lama digadang-gadang sebagai plastik masa depan. Pasalnya, ilmuwan telah menemukan cara membiakkan jamur dengan cara berbeda.

Cara kerja dari konsep ini adalah membiakkan jamur di atas berbagai material seperti kayu, karet, kulit, gabus, atau bahkan plastik. Lalu, jamur-jamur ini akan berkecambah layaknya tumbuh dari biji. Karena jamur terdiri dari banyak filamen berbeda yang tumbuh dari intinya, pada titik tertentu, filamen tersebut mulai bercabang untuk menciptakan jaringan. Hal inilah yang dimanfaatkan.

Contoh pemanfaatannya adalah menumbuhkan jamur-jamur ini di ampas kayu. Ketika jamur ini tumbuh, ia akan menguraikan kayu sambil secara bersamaan merekatkan akarnya bersama-sama. Hasilnya, akan tercipta sebuah benda baru secara alami. Hal ini tinggal dibentuk saja dari benda dasarnya.

Jadi misalkan dibutuhkan kursi, tinggal dibuat dasarnya, dikondisikan di temperatur tertentu, lalu struktur baru akan muncul dengan bentuk yang ringan, kuat, tahan api, namun bisa hancur dan terdegradasi menjadi kompos dalam 180 hari karena berbasis makhluk hidup.

2. Ganggang

Merdeka.com – Ganggang adalah makhaluk hidup yang kontribusinya besar untuk Bumi. Hanya butuh karbon dioksida, air, dan nutrisi anorganik, ganggang atau alga punya kemampuan luar biasa untuk mengonsumsi air tercemar dan menjadikannya air bersih, serta menjadikan karbon dioksida jadi oksigen lewat fotosintesis.

Sebuah perusahaan bioplastik bernama Solaplast berusaha untuk membuat biji plastik dari ganggang, dengan motivasi bahwa setiap pon ganggang yang diproduksi mampu menyerap dua pon CO2, atau dua kali bobotnya. Akhirnya Solaplast berusaha untuk membuat 100 persen plastik berbasis alga, namun kini masih berupa campuran alga dan belum murni karena butuh spesies baru ganggang untuk bisa menghasilkan hidrokarbon yang tepat.

Meski demikian, biji bioplastik ini sudah bisa dimanfaatkan untuk pengganti plastik di kemasan makanan, tipe sampah yang paling sering kita lihat. Lebih jauh plastik bio ini bisa digunakan di mainan, bingkai kacamata, rambu jalan, lampu, dan lain sebagainya.