Adelaide, surga wisata yang miliki sederet fakta unik

Jika mendengar Australia mungkin kebanyakan orang lebih mengenal Melbourne atau Sydney. Keduanya memang cukup terkenal sebagai tujuan wisatawan untuk berlibur.

Namun, sebenarnya ada lagi kota di Australia yang sangat menarik untuk dikunjungi dan tidak kalah indahnya dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Ya, Adelaide.

Adelaide merupakan Ibu Kota negara bagian Australia Selatan. Negara pesisir ini terletak di hamparan Adelaide, di sebelah utara Semenanjung Fleurieu, di Antara Teluk St Vincent dan barisan pegunungan Mount Lofty.

Kota yang berdasarkan populasi menempati urutan ke-5 sebagai kota terbesar ini memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa Anda kunjungi. Selain itu juga, banyak hal-hal menarik dari Adelaide. Dari mulai pemukiman bagi imigran bebas, sampai dikenal dengan sebutan ‘Kota 20 menit’.

Pemukiman bagi imigran bebas

Awalnya Adelaide didirikan untuk pemukiman bebas dan satu-satunya Ibu Kota yang dihuni oleh imigran bebas. Karena tingkat kriminalitas yang rendah cenderung tidak ada, di kota ini tidak memiliki penjara. Namun, berjalannya waktu ada oknum yang memanfaatkan keadaan ini, barulah penjara dibangun di kota ini.

Kota Gereja

Jika ke Adelaide maka Anda akan melihat banyak sekali gereja. Itulah mengapa kota ini dijuluki Kota Gereja. Anda akan sangat mudah menemukan gereja dengan bangunan yang memamerkan arsitektur yang luar biasa indah. Adelaide memiliki Holy Trinity Church sebagai gereja tertua yang dibangun pada tahun 1838.

Kota 20 Menit

Tidak perlu khawatir dengan akomodasi jika berlibur ke Adelaide. Anda bisa menempuh tempat-tempat di kota ini hanya dengan berjalan kaki. Adelaide dikenal dengan kota yang mudah diakses. Untuk mencapai suatu tempat bisa dicapai dalam waktu 20 menit saja.

Rumah kaca terbesar

Adelaide memiliki rumah kaca terbesar dan tertua di wilayah selatan. Terletak di Adelaide Botanic Garden.

Rumah bagi artefak Aborigin terbesar

Adelaide merupakan rumah bagi tampilan budaya Aborigin dan artefak terbesar. Jika penasaran melihatnya, maka Anda bisa mengunjungi South Australian Museum dan juga di Tandanya National Aboriginal Cultural Institute.