Ajakan Presiden Jokowi agar pengusaha bawa pulang devisa tak efektif, ini sebabnya

Pemerintah tengah berusaha untuk menguatkan nilai tukar Rupiah. Salah satu strategi yang dilakukan adalah meminta para eksportir untuk membawa pulang Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Kepala Kajian Makro LPEM UI, Febrio Kacaribu, mengatakan tidak mudah bagi pengusaha untuk menukarkan devisa hasil ekspor ke Rupiah.

“Pertanyaan nya kamu punya DHE dalam dolar, kenapa mau ubah ke Rupiah padahal Dolarnya lagi kuat. Dia akan tetap pegang karena di percaya masih akan menguat. Dalam Jangka pendek dia tahu akan menguat,” kata dia saat ditemui, di Reanda Bernardi Office, Jakarta, Jumat (7/9).

Selain itu ada aspek penting harus diperhatikan. Dolar amat dibutuhkan terutama oleh pelaku usaha. Dolar yang yang sekarang ada di tangan pelaku usaha tentu akan digunakan untuk mendapatkan bahan baku impor.

“Mereka juga butuh impor. Mereka juga butuh Dolar bukan untuk gagah-gagahan. Tapi memang mereka butuh untuk impor,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut dia, pelaku usaha tidak bisa sepenuhnya disalahkan jika memilih untuk tidak menukarkan Dolarnya ke Rupiah. Apalagi sejauh ini belum ada kebijakan pengendalian modal (capital control).

“Jangan salahkan eksportir. Kecuali kita punya capital control. Sepanjang tidak ada capital control orang akan lakukan sesuai interest masing-masing,” tegas dia.