Bangganya Jokowi dan Menteri Rini sebab Indonesia punya bandara terapung pertama

EKONOMI – Bandara Ahmad Yani yang baru, resmi digunakan untuk penerbangan pertama kali pada Rabu (6/6). Setelah penerbangan pertama, bandara berkonsep mengapung ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/6).

Menurut GM & Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Dian PS, bandara baru ini memiliki berbagai kelebihan dibanding bandara lama. Salah satunya terminal baru lebih luas. Di mana, luas terminal bandara lama baru 6.708 meter persegi.

“Bandara baru luas terminalnya mencapai 58.652 meter persegi, sehingga bisa menampung 6,9 juta penumpang per tahun. Sembilan kali lipat dibanding bandara lama,” jelasnya, Kamis (7/6).

Selain itu, ada juga penambahan berbagai fasilitas. Dian menyatakan, penambahan fasilitas tersebut bertujuan menunjang penerbangan dan menambah kenyamanan penumpang.

Dia mencontohkan apron di bandara lama seluas 29.032 meter persegi. Apron ini mampu menampung enam pesawat narrow body dan jenis lainnya dua buah. Namun sekarang dengan luas 72.522 meter persegi mampu menampung 12 pesawat narrow body.

“Selain itu, luas lahan parkir untuk kendaraan pengunjung juga bertambah luas. Yakni dari 12.000 meter persegi menjadi 43.633 meter persegi,” ungkapnya.

Sementara untuk memperlancar lalulintas pengunjung, di terminal penumpang disediakan delapan escalator, satu travelator, dan dua elevator di lahan parkir serta enam elevator di terminal. Selain itu juga ada tiga buah aviobridge. “Penambahan fasilitas ini benar-benar baru, karena di bandara lama tidak ada,” kata Dian.

Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, di Semarang, Jawa Tengah, merupakan bandara terapung di atas air yang pertama di Indonesia.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Bey Machmudin mengemukakan, bahwa pengembangan bandara tersebut juga termasuk dalam program Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 58 Tahun 2017.

Selain itu, dalam terminal di Bandara Ahmad Yani baru tersebut juga dilengkapi tiga unit garbarata serta 30 unit counter check-in untuk mempercepat pelayanan kepada penumpang maskapai.

Menteri Rini serta Presiden Joko Widodo tercengang dan bangga dengan bandara ini.

 

Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/6). Peresmian bandara ditandai penandatanganan prasasti dan penekanan sirine.

Turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Komisi IV DPR, Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko.

Jokowi mengaku kaget dengan bangunan bandara baru Semarang. Ia bercerita terakhir mengunjungi Bandara Ahmad Yani empat tahun silam.

“Saya terakhir menggunakan terminal lama. Saya masuk sedih. Katanya airport bandara internasional, tapi terminal berdesakan dan bangunannya kumuh baget. Tapi bertahun-tahun kok gak dibangun-bangun,” kata Jokowi, Kamis (7/6).

Dua tahun kemudian, Jokowi memerintahkan Menteri BUMN dan Angkasa Pura 1 terkait percepatan pembangunan bandara. Hingga akhirnya bandara Internasional Ahmad Yani bisa dibangun dengan cepat.

“Saya kaget, targetnya katanya akhir Desember 2018, tapi malah saat ini udah selesai dan digunakan,” paparnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, mengungkapkan beroperasinya terminal baru dengan total investasi senilai Rp 2,075 triliun ini sekaligus menjawab permasalahan over kapasitas di bandara lama.

“Pada momen mudik lebaran tahun ini, masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas serba modern dan mutakhir di terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, ” katanya.

Bangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas 58.652 meter persegi, serta apron baru yang mampu menampung 12 pesawat. Luasnya hampir sembilan kali lipat dari luas terminal lama dengan daya tampung 6,9 juta penumpang per tahun.

Tak hanya Presiden Jokowi. Menteri BUMN Rini Soemarno juga mengaku bangga dengan beroperasinya bandara anyar ini.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi PT Angkasa Pura I (Persero) yang telah merealisasikan operasional terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sebelum tiba masa arus mudik Lebaran 2018.

Harapannya, terminal baru ini bisa menjadi solusi permasalahan lack of capacity yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir di bandara tersebut.

Terminal baru yang memiliki luas bangunan mencapai 58 ribu meter persegi ini telah meningkatkan kapasitas bandara yang semula hanya mampu melayani 800 ribu penumpang setiap tahun menjadi 6,9 juta penumpang setiap tahunnya. Luasan apron Bandara Ahmad Yani pun kini sudah mampu menampung hingga 12 pesawat.

“Ini merupakan bentuk kontribusi Angkasa Pura I sebagai BUMN dalam merespon perkembangan perekonomian Jawa Tengah, khususnya Semarang. Terminal baru ini hadir sebagai solusi untuk mengurai padatnya kondisi Bandara Ahmad Yani,” kata Rini dalam acara peresmian terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis (7/6/).

Rini memastikan pada momen mudik Lebaran tahun ini masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas serba modern dan mutakhir di terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Uniknya lagi, desain terminal baru ini mengadopsi konsep eco-airport dengan sebagian besar bangunan berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodir konteks lahan yang sebelumnya merupakan lahan rawa. Sehingga mampu menciptakan sarana dan prasarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif kepada lingkungan hidup.

“Yang juga membanggakan, ini adalah terminal yang berdiri di atas air pertama di Indonesia, buah karya sinergi antara Angkasa Pura I dan Waskita Karya. Saya apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Rini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *