Baru Bergairah Jika Lihat Istri Dicumbui Lelaki Lain

 

KELAKUKAN Marjuki, 43, memang lain dari yang lain. Dia baru bergairah pada istrinya, manakala melihat istrinya dicumbu dan digauli lelaki lain. Tentu saja Nurlina, 38, tidak tahan karena pada akhirnya dia dikomersilkan. Suami mengundang para lelaki hidung belang, dan duitnya dinikmati suami sendiri. Capek deh…..

Setiap lelaki mendambakan istri yang cantik nan seksi. Tapi meski kesampaian, tak semuanya bisa memanfaatkan karunia Illahi itu dengan benar. Ada juga kaum lelaki yang justru bergairah manakala melihat istrinya digarap lelaki lain lebih dulu. Jelas ini merupakan kelainan seks yang lain dari yang lain. Sebab lelaki yang normal, jangankan sampai digauli, baru bini dicolek pria lain saja langsung angkat clurit.

Lelaki lain dari yang lain itu salah satunya adalah Marjuki, Ngagel Gede, Surabaya. Awalnya dia bangga betul bisa menikahi Nurlina. Padahal kala itu pesaingnya banyak. Setidaknya ada tiga kontestan. Tapi karena tanpa ada permainan isyu SARA dan demo berjilid-jilid, satu putaran saja Nurlina berhasil dipersunting Marjuki. Padahal sehari-hari pekerjaannya hanya menjadi sopir taksi.

Tapi ternyata Marjuki baru sadar bahwa dirinya memiliki kelainan seks. Meski bini cantik, kulit putih bersih, betis mbunting padi, sama sekali di ranjang tak menimbulkan gairah baginya. Biarpun Nurlina sudah dalam kondisi oncek-oncekan macam singkong mau direbus, Marjuki tetap saja ngedrop. Voltase yang tadinya 240 volt malah turun tinggal 110 volt seperti listrik tahun 1970-an.

Karena jarang disentuh suami, Nurlina kemudian punya PIL. Di sinilah keanehan mulai tampak. Ketika melihat istrinya dalam kondisi “babak belur” ada cupang di leher , dia tak cemburu dan memperkusi bininya. Justru voltasenya langsung melonjak, dari 110 volt mendadak sontak jadi 240 volt. Walhasil malam itu Marjuki berhasil menyelesaikan pertandingan 3 ronde ditambah partai tambahan.

Sejak saat itu dia ingin menambah gairah dengan melihat saat Nurlina dicumbu dan digauli lelaki lain. Lewat medsos Marjuki menawarkan istrinya. Lagaknya betul-betul seperti pedagang mobil sedang beriklan: bodi mulus, cat orsinil, surat komplit, bekas dokter dan jarang pakai. Ya memang jarang dipakai itu si Nurlina.

Ada juga sejumlah lelaki hidung belang yang menerima tawaran Marjuki. Awalnya gratis saja, karena sopir taksi itu sangat menikmati. Ketika menyaksikan istri digarap lelaki lain, di ruang lain dia mengintip diam-dian. Setelah tamu pergi, gantian Marjuki yang menggunakan motto: lanjutkan……. Tentu saja Nurlina yang termehek-mehek karena diserang ISIS dari berbagai jurusan.

Lama-lama Marjuki muncul otak komersilnya. Jika hobi itu bisa mendatangkan uang, apa salahnya? Maka mulailah dia menarik bayaran pada pelanggan istrinya, dari Rp 500.000,- hingga Rp 1 juta, semua bebas PPN 10 %. Sejak itu Marjuki jadi malas bawa taksi, karena dengan kendaraan “trans-Nurlina” tanpa argo, duit begitu gampang diperoleh.

Enak buat Marjuki, enek bagi Nurlina. Masak dia yang capek, pinggang nyaris putus, duitnya dikuasai suaminya. Maka beberepa hari lalu dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Tentu saja Marjuki kaget dapat panggilan Pengadilan Agama. Maunya sih, kalau bisa batal saja gugatan cerai itu. Sebab Marjuki juga cemas, takkan mendapatkan lagi istri yang bisa dikomersilkan macam Nurlina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *