Benarkah Ahed Tamimi agen Israel?

Hampir dua bulan sejak dia dibebaskan dari penjara Israel karena menampar serdadu Zionis, remaja Palestina, Ahed Tamimi, 17 tahun, kini mulai memudar statusnya sebagai sosok perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel.

Sebagian rakyat Palestina dan dunia Arab kini menganggap remaja perempuan dari Desa Nabi Saleh di Tepi Barat itu sebagai sosok kontroversial lantaran pernyataannya dan liputan media sejak dia dibebaskan dari bui pada 29 Juli lalu.

Sebagian lain bahkan menuding Tamimi sebagai agen Israel dan campur tangan dalam urusan dalam negeri dunia Arab.

Pekan ini misalnya, Tamimi berada di pusaran kontroversi terkait konflik di Sahara Barat antara kelompok pemberontak Barisan Polisario dan Kerajaan Maroko.

Dilansir dari laman the Jerusalem Post, Jumat (21/9), dalam lawatannya ke Prancis pekan lalu Tamimi tampak berfoto dengan Salaludin Medan, anggota kelompok pemberontak Polisario yang sejak 1975 ingin merdeka dari Maroko.

Foto itu membuat orang Maroko marah. Mereka mengatakan menyesal mendukung Tamimi ketika ditangkap Israel tahun lalu.

Foto itu diambil ketika Tamimi menjadi tamu kehormatan sebuah acara festival di Paris.

Ahed Tamimi bebas REUTERS / Mohamad Torokman

Kepergian Tamimi ke Prancis juga memicu spekulasi di tengah rakyat Palestina dan orang Arab. Sebagian menyebut dia berangkat ke Prancis dari Bandara Ben Gurion, Israel, sebuah keistimewaan yang tidak mudah didapatkan orang Palestina.

“Ini mencurigakan,” kata aktivis Fatah dari Yerusalem Timur mengomentari Tamimi ke Prancis. “Sejak kapan Israel mengizinkan mantan tahanan berangkat ke luar negeri dengan mudah dan cepat?”

Banyak pengguna Internet di Maroko mengecam Tamimi di media sosial karena berfoto dengan sosok aktivis Polisario.

“Palestina menipu orang Maroko sejak era Yasser Arafat,” kata Abdelilah Touil di lamanĀ Facebook. “Meski orang Maroko sudah banyak berkorban buat orang Palestina.”

Sebagian orang Maroko menyebut Tamimi adalah agen Israel.

“Dia adalah agen Israel. Orang Israel tahu betul bagaimana memanfaatkan dia lewat media,” kata pengguna bernama Yahya Her.

Pengguna Facebook lainnya, Maruane el-Filali menyebut remaja Palestina itu adalah ‘hasil kolaborasi intelijen Zionis dan media’.

Namun sebagian orang Palestina dan Maroko masih membela Tamimi dengan mengatakan gadis itu sesungguhnya tidak bersalah dan dia tidak tahu siapa orang yang berfoto dengan dia.

Ayah Tamimi, Bassem dalam pernyataannya mengatakan putrinya tidak bermaksud menyinggung orang Maroko.

“Kami tidak mendukung atau menentang konflik di Sahara. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Putri saya ada di acara konferensi internasional dan bertemu banyak orang lalu berfoto.

Dia tidak menanyakan siapa dan apa jabatan orang yang berfoto dengan dirinya,” kata Bassen kepada situs Maroko, Kifache.

Selama di Paris Tamimi diwawancara France 24 dan dia menyebut dirinya sebagai aktivis yang menyuarakan negaranya.

Dia menyebut Israel awalnya melarang dia pergi ke luar negeri tapi berkat ‘dukungan Prancis’ dia bisa berangkat ke Paris.

Sebagian orang Palestina juga tidak senang dengan besarnya sorotan media terhadap Tamimi sejak dia ditangkap dan dibebaskan.

“Ada kesan dia sedang dibuat untuk menjadi pahlawan dan ikon Palestina. Ada ribuan orang Palestina di penjara Israel tapi tak ada yang peduli.

Perhatian yang besar dari media memicu kecurigaan. Media Barat tampaknya lebih tertarik meliput dia ketimbang orang Palestina,” kata jurnalis Palestina di Ramallah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *