Bungkamnya Amerika ketika tentara Israel bantai warga Palestina

DUNIA – Sudah bukan rahasia lagi, Amerika Serikat dalam kebijakannya soal konflik Palestina-Israel lebih cenderung berat sebelah dengan memihak Israel.

Dalam berbagai kesempatan Amerika lebih sering membela Israel meski jelas-jelas apa yang dilakukan Negeri Bintang Daud melanggar hukum internasional dan hak asasi.

Seperti yang terlihat dalam beberapa hari belakangan ini ketika warga Palestina berunjuk rasa memperingati 70 tahun Hari Nakba (Bencana) di perbatasan Jalur Gaza hingga berujung bentrok dengan tentara Israel. Dalam demonstrasi besar-besaran itu massa Palestina juga menentang pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem di Tepi Barat.

Presiden Donald Trump sama sekali tidak menyinggung soal 60 lebih warga Palestina yang tewas dihajar peluru tajam tentara Israel sejak tiga hari lalu dalam unjuk rasa.

Pemerintah Amerika Serikat tetap memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, setelah mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel Desember lalu.

Meski tahu langkah tersebut akan memicu protes dari warga Palestina, namun pemerintahan Presiden Donald Trump tak mau peduli.

Warga Palestina berlarian menghindar tembakan gas air mata yang dilemparkan tentara Israel MAHMUD HAMS/AFP

“Pemerintahan Trump tahu bahwa protes terhadap relokasi Kedutaan Besar AS kemungkinan besar akan terjadi, tetapi mereka tidak peduli tentang hilangnya nyawa warga Palestina,” kata Profesor Hukum Internasional, Dr. John Dugard, dikutip dari Russia Today, Rabu (16/5).

Mantan pelapor khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk urusan Palestina itu juga menambahkan bahwa AS seharusnya bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi di Gaza akibat pemindahan kedutaan tersebut.

“Israel telah menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk menekan protes damai yang dilakukan warga Israel. Namun tampaknya dunia tetap tunduk kepada Israel dan AS,” ujarnya.

“Israel juga sayangnya berada di atas hukum AS yang mengindikasi tidak akan memberi hukum internasional ketika itu menyangkut Israel,” tambahnya.

Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley kemarin juga memilih keluar dari sidang darurat Dewan Keamanan ketika duta besar Palestina untuk PBB mulai berbicara. Beberapa jam sebelumnya Haley memuji sikap Israel yang dia katakan ‘mampu menahan diri’ untuk tidak menggempur Hamas dan warga Palestina.

Dewan Keamanan menggelar sidang darurat untuk membahas tewasnya lebih dari 60 warga Palestina dalam unjuk rasa akibat dibantai para penembak jitu tentara Israel.

Haley dalam sidang itu mengatakan Hamas, dengan bantuan Iran, bertanggung jawab atas serangan bom molotov warga Palestina ke wilayah Israel menggunakan layang-layang.

Haley sama sekali tidak menyebut soal tentara Israel yang menembaki pendemo Palestina hingga menewaskan puluhan dari mereka. Kurang dari dua jam kemudian ketika Duta besar Palestina untuk PBB Riyad Mansur mulai bicara, Haley malah melangkah keluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *