Buruh bangunan asal Kalteng dan Wonosobo jadi jambret di Bali

Kepolisian Polsek Denpasar Barat (Denbar) mengamankan dua pria yang bekerja sebagai buruh bangunan pelaku aksi kejahatan jambret.

Kedua pelaku tersebut bernama Andra (29) Asal Kalimantan Tengah, dan Hermawan (19) Asal Wonosobo, Jawa Tengah.

Kedua pelaku ini, diamankan lantaran melakukan penjambretan di Jalan Buana Raya, Padangsambian, pada Sabtu (16/6) sekitar pukul 23.30 Wita.

Dari awal kejadiannya, saat itu korban yang bernama Luh Dwi Yanti (23) pulang kerja dengan menggunakan sepeda motor.

Kemudian, di tengah perjalanan korban dibuntuti oleh kedua pelaku. Karena merasa curiga dibuntuti, korban lalu tancap gas dan kedua pelaku juga terus mengejar.

Sesampainya di TKP, pelaku langsung memepet korban dari kiri dan mengambil handpone korban yang ditaruh di dashboard sepeda motornya. Saat dijambret, korban spontan berteriak sambil mengejar pelaku.

Saat di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, tepatnya di timur Hotel Neo di depan SPBU, yang kebetulan pada saat itu ada polisi berpatroli langsung mengamankan kedua pelaku tersebut.

Kapolsek Denbar Kompol Adnan Panibu, kedua pelaku memang telah merencanakan aksinya di bedeng proyek di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, tempat selama ini kedua pelaku bekerja.

“Kedua pelaku ini, memang merencanakan aksi penjambretan tersebut di tempat kerjanya.

Kemudian, saat di TKP mereka melihat handphone korban perempuan yang mengendarai sepeda motor dan melihat handphone di dashboardnya, lalu dijambretnya,” ucapnya, Senin (18/6).

Dari pengakuan kedua pelaku ini, melakukan aksi jambretnya karena ingin pulang kampung atau mudik ke kampungnya masing-masing.

“Dari pengakuannya untuk mencari uang dan pulang kampung, mereka sudah di Bali kurang lebih setahun.

Untuk barang bukti yang kita amankan berupa handphone merk Oppo dan satu pisau belati, tapi pelaku tidak sampai mengunakannya pada korban, hanya untuk jaga-jaga,” jelas Kapolsek Denbar.

Kedua pelaku ini, dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan dengan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *