Cegah terorisme, pemerintah diminta dampingi WNI dari Suriah

PERISTIWA – Ketua Indonesia Child Protection Watch Erlinda mengimbau Polri melakukan pendekatan pada pelaku anak-anak yang dilibatkan pada aksi terorisme diĀ Surabaya. Karena anak tersebut sebenarnya korban dari orangtua & lingkungan.

Erlinda mengungkapkan, pihaknya akan melakukan analisa dan profiling terhadap fenomena pelibatan perempuan, anak dan keluarga. Nantinya hasil analisa tersebut akan diberikan pada pemerintah dan lembaga terkait sebagai rekomendasi untuk pencegahan dan deteksi dini aksi teror.

“Dugaan adanya regenerasi dan pengkaderan oleh kelompok radikalisme menjadi warning dan awarness pada seluruh elemen bangsa karena akan mengancam stabilitas, ideologi dan keutuhan NKRI. Semua pihak segera berupaya untuk meredam aksi teror agar tidak menjadi pemicu konflik seperti sosial, ekonomi, dan dijadikan alat pemecah belah persatuan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5).

Dia menyarankan, pemerintah untuk memberikan pendampingan kepada para warga yang di deportasi pada negara negara yang diduga pendukung ISIS, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah paham radikal.

“Mereka dideportasi dan ditempatkan sementara pada shelter Kemensos. Sebaiknya warga yang dideportasi dari negara konflik ISIS dilakukan pendampingan untuk direradikalisasi serta diberikan penguatan ekonomi, sosial dan spiritual, termasuk wajib lapor,” jelasnya.

Erlinda mengatakan, keberhasilan pencegahan terorisme tidak hanya pada level kebijakan pemerintah dan penegakan hukum, tetapi lebih kepada penguatan ketahanan keluarga. Selain itu, dia menambahkan, program rehabilitasi pada keluarga yang terkontaminasi pada paham radikal juga tetap harus dilakukan.

“Benteng utama penangkalan paham radikal terorisme adalah peran ibu dan perempuan dalam keluarga. Karena itulah, peran perempuan sangat strategis dalam edukasi dan literasi terhadap keluarga khususnya anak-anak agar terhindar dari paham kekerasan dan terorisme,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *