Cerita dewasa di buku SD kelas 6 diambil dari cerpen di blog

CERITA DEWASA–  Orang tua murid siswa kelas enam SDN Polisi 4, Bogor, Jawa Barat cemas. Penyebabnya, buka ajar Bahasa Indonesia milik anak mereka memuat cerita vulgar sepasang orang dewasa.

Buku ini disusun oleh Ade Khusnul dan M Nur Arifin, dengan editor Asep Setiawan. Buku bersampul hijau dengan gambar sepasang anak lelaki dan perempuan itu dicetak CV Graphia Buana dengan cetakan pertama Maret 2013 lalu.

Kejadian ini bukan yang pertama kali mencoreng dunia pendidikan Tanah Air. Setelah kasus ini ramai diperbincangkan, seorang penulis cerpen Dedy Tri Riyadi mengaku cerita yang disajikan di buku ajar siswa SD itu adalah karyanya.

“Cerpen itu memang saya yang menulisnya sekitar bulan Agustus tahun 2007. Idenya cerpen itu mengenai perasaan ibu yang harus bertanggung jawab akan anak yang pernah dilahirkannya, sekalipun anak hasil perkosaan atas dirinya. Sebagai ibu, apa pun akan dia lakukan untuk menghidupi dirinya dan anaknya, meskipun harus melacurkan diri,” jelas Dedy .

Dedy kaget setelah mendengar kabar cerpen miliknya dimuat di buku ajar. Menurut pengakuannya, cerpen itu hanya salah satu karya cerita pendeknya yang akan dibukukan.

“Cerpen itu dan cerpen-cerpen lainnya tadinya ingin saya bukukan dalam satu kumpulan cerpen bertajuk ‘Gerimis Anjing’,” jelasnya.

Tapi penerbitan kumpulan cerpen karyanya itu mengalami kendala dana sehingga belum sampai tahap produksi. Meski demikian dia mengaku sudah berbincang dengan seorang penerbit, yang dipastikannya bukan CV Graphia Buana.

“Sampai sekarang hanya pernah ada satu penerbitan yang berminat untuk menerbitkannya, tetapi dengan modal patungan antara penerbit dan saya sebagai penulis. Dan penerbit itu bukan CV Graphia Buana,” kata Deddy.

Dedy tak ingin berburuk sangka pada siapa pun terkait masalah ini. Karena dirinya pun memang menyimpan tulisan itu di blog pribadinya yang bisa dikutip siapa saja.

“Saya baca-baca, kok ini seperti cerpen saya, lalu saya buka arsip saya dan blog saya. Memang betul itu cerpen saya. Tulisan itu sudah ada di blog saya dan bisa di-copy paste siapa saja yang melihatnya,” ungkap Dedy.

Bagi Dedy, kasus ini menjadi pelajaran berharga untuknya. Dia berharap pihak-pihak tak bertanggung jawab tidak seenaknya mencatut karya orang lain, apalagi sampai digunakan untuk hal-hal yang merugikan orang banyak.

“Saya sangat berharap bahwa hak cipta benar-benar dihargai di negeri ini. Ke depannya, saya akan lebih berhati-hati soal izin copy dari blog yang saya miliki, dan mungkin dengan kejadian ini saya akan simpan naskah-naskah saya ke dalam file-file saja, tidak akan saya posting di dunia maya,” pungkasnya.

Berikut penggalan cerpen Dedy yang dimuat di buku ajar Bahasa Indonesia untuk siswa kelas enam SD:

“….Kamu cantik sekali. Marilah dekat ke sini.”

Suara itu membuyarkan lamunannya. Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran, dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.

Kali ini, dia membulatkan tekad untuk berkuasa sepenuhnya pada daya tubuhnya. Hanya itu yang dia punya. Hanya itu, Maka

“Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu.”

Lelaki itu tersenyum lebar. Dia mengulurkan segelas minuman pada perempuan itu yang segera disambut dan dituntaskan dalam satu tegukan. Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman.

“Tunggu dulu. Aku ingat lesung pipit ini. Bagaimana bisa kau datang kemari?”

Dengan terpaksa, perempuan itu melepaskan erat pelukan, berjalan ke arah saklar untuk menyalakan lampu kamar. Dia ingin menegaskan wajah lelaki itu. Apakah memang dia mengenalnya?

“Tidak. Tidak. Aku tidak mengenalmu. Dan tidak juga ingin mengenalmu setelah pertemuan ini.” Begitu hatinya bergemuruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *