Daya pikat mumi sapi berkepala kembar di Denpasar

Di pojok pasar burung Satria kawasan Gajah Mada, Kota Denpasar, Bali. Sebuah toko berukuran sekitar empat meter persegi menjajakan beraneka jenis barang antik. Ada keris, lukisan hingga lampion klasik.

Di tembok toko mungil tersebut, tertempel sebuah kertas yang sudah dimakan waktu berwarna kusam, bertuliskan “Sekar Jagat Shop”.

Terlihat, seorang pria paru baya, barkaos polos putih dengan jenggot yang cukup panjang yang juga sudah putih sedang sibuk melayani pelanggan. Suara tawar menawar mereka terdengar jelas. Sebab sengaja dikeraskan karena terganggu oleh deru suara mesin dinamo para tukang batu akik di sekeliling toko.

Saat memasuki toko tersebut ada pemandangan yang unik. Sebuah mumi anak sapi berwarna coklat dengan panjang berukuran sekitar satu meter dan tinggi sekitar 45 sentimeter di pajang di etalase kaca. Namun wajah anak sapi tersebut dibungkus oleh plastik putih.

Pria paru baya pemilik toko yang berjenggot putih, bernama Mulyanto (70). Dia membuka bungkusan plastik yang menutup anak kepala sapi, setelah urusan tawar menawar dengan pelanggan usai. Saat dibuka bungkus plastik tersebut, anak sapi itu berkepala dua.

“Saya dapatkan sapi kepala kembar ini, dari kawan saya bernama Hendrik,” ucapnya membuka obrolan dengan merdeka.com.

Sambil merapikan barang-barang antiknya, Pak Mul sapaan akrabnya di Pasar Burung Satria ini, menceritakan bahwa anak kepala sapi kembar itu didapat dari Jawa Tengah. Tetapi Hendrik juga mendapatkan sapi unik tersebut dari kawannya, dan Pak Mul sudah lupa siapa nama kawan si Hendrik.

“Karena istri si Hendrik takut, melihat sapi kembar itu diberikanlah ke saya, tapi dengan cara tukar barang. Saya berikan barang saya, batu permata cempaka kuning,” tutur pria asal Tulung Agung, Jawa Timur ini.

Pak Mul, sudah lupa tahun berapa mendapatkan anak sapi berkepala kembar tersebut. Namun, ia mencoba meraba-raba dan menyimpulkan sejak tahun 2000-an. Karena pada tahun 1985, Pak Mul sudah membuka toko Sekar Jagat Shop.

“Sekitar tahun 2000-an, menurut cerita Hendrik anak kepala sapi kembar ini mati pada umur satu bulan. Penyebanya, karena tidak bisa makan akibat rahangnya berdempet hanya bisa menyusu karena tak bisa keyang akhirnya sapi ini mati,” ungkapnya.

Saat mati, karena pemilik sapi ini sangat sayang maka diawetkan, kemudian isi di dalam tubuhnya semua dikeluarkan dan diganti dengan spons dan besi agar tahan lama.

“Kemudian diberikan pada kawan saya (Hendrik), lalu Hendrik menawarkan ke saya dengan syarat menukar dengan barang pribadi saya. Saya setuju karena kebetulan saya suka koleksi barang yang aneh-aneh,” ujar Pak Mul.

Anak sapi berkepala kembar ini, sudah berada di toko Pak Mul sekitar 17 tahun. Sudah ada dua orang yang ingin membeli sapi tersebut. Namun, Pak Mul menolak karena teringat kata kawan, bahwa sapi kepala kembar tersebut akan menjadi daya tarik orang-orang untuk berkunjung ke toko mungil Pak Mul.

“Sudah ada dua orang, pertama ada yang menawar Rp 15 juta saya tidak mau. Karena waktu itu saya juga baru dapat dari si Hendrik. Saya juga ingat kata Hendrik kalau sapi ini akan bisa membuat ramai toko saya sebagai daya tarik untuk berdagang,” ujarnya.

Kata-kata Hendrik pun terbukti, Pak Mul menyadari sejak membuka toko mungilnya pengunjung masih sepi. Namun, ketika ada sapi kepala kembar tersebut para pengunjung banyak yang datang, dan melihat-lihat kemudian membeli barang klasik lainnya di toko Pak Mul.

“Setelah banyak yang nonton, orang-orang banyak membeli barang-barang saya yang lain. Pengasilan saya dua kali lipat, tapi bukan untung karena sapinya, karena sapi kepala kembar itu hanya daya tarik untuk berdagang,” jelas Pak Mul.

Namun, ketika ditanya apa sapi kepala kembar tersebut akan dijual, Pak Mul mengiyakan akan dijual sebab menurutnya sapi kepala kembar tersebut sudah sekitar 17 tahun bersamanya. Selain itu, Pak Mul juga mengaku sudah banyak mendapat untung dari daya tarik sapi kepala kembar tersebut.

“Iya tidak apa-apa kalau ada yang mau, siapa tau mau dibuat daya tarik juga saat berdagang. Kalau ada yang mau saya jual Rp 17,5 juta. Berhubung dia sudah menghasilkan banyak sama saya. Maksudnya menghasilkan karena banyak orang nonton. Setelah banyak yang nonton, orang-orang banyak yang beli barang saya,” tutup pria nyentrik ini.

Barang unik lainnya yang terdapat di toko adalah sebuah lukisan yang cukup besar berbentuk portrait, dengan panjang berukuran sekitar 2X1 meter. Anehnya, lukisan tersebut jika dilihat sekilas seperti lukisan biasa.

Hanya sebuah lukisan dalam kanvas yang berbentuk kotak kecil-kecil sebanyak 107 kotak. Pada setiap kotaknya terlihat gambar pemandangan yang berbeda-beda antara kotak satu dengan yang lainnya. Mulai gambar sunset, pohon, perbukitan, gunung, sawah, hutan dan pemandangan lainnya.

Namun, ketika diperhatikan dan dilihat dari jauh, lukisan pemandangan tersebut terlihat wajah wanita.

“Saya dapat lukisan ini dari orang Blitar (Jawa Timur) tapi saya lupa namanya, soalnya sudah 4 tahun yang lalu. Lukisan ini unik, kalau dilihat dari jauh seperti ada wajah wanita. Saya beli dulu Rp 15 juta sama orang itu,” ucapnya.

Menurut Pak Mul, memang sengaja membelinya karena unik. Kalau dilihat dari jauh seperti ada sosok wajah wanita. Padahal, hanya bentuk lukisan kotak-kotak.

“Gambarnya semua pemandangan, itu dibentuk sedemikian rupa sehingga kalau dilihat dari jauh menjadi penampakan kepala manusia. Kalau ada yang berminat saya akan jual Rp 125 juta,” tutupnya.