Go-Jek Ditolak Masuk Filipina, Ada Apa?

Filipina menolak rencana ekspansi Go-Jek masuk negaranya. Pemerintah Filipina menyatakan pelarangan ini karena terganjal aturan kepemilikan asing.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (9/1), Ketua Otoritas Transportasi Darat Filipina, Martin Delgra, mengakui telah menolak permintaan anak usaha Go-Jek untuk menjadi penyedia layanan transportasi online di negaranya.

“Velox Technology Philippines Inc (anak usaha Go-Jek), tidak memenuhi persyaratan kepemilikan lokal sehingga aplikasi pengajuan tidak sesuai aturan kami,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari pihak Go-Jek terkait masalah ini.

Sebelumnya, Go-Jek mengumumkan peluncuran dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara.

Kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal, dengan didukung pengetahuan, keahlian, teknologi serta investasi dari Go-Jek.

Go-Viet, merek yang diperkenalkan di Vietnam, akan memasuki tahap beta testing di bulan Juli yang akan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen, sebelum diluncurkan secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara GET, merk yang diperkenalkan di Thailand, akan diluncurkan segera setelahnya seiiring dengan konsultasi yang saat ini sedang berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan setempat termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen.

Kedua perusahaan di tahap awal akan menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik, yang kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

Ekspansi internasional ini dilakukan dengan perencanaan berbulan-bulan setelah ronde penggalangan investasi Go-Jek terakhir yang membawa investasi dari investor prestisius seperti Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya.

[bim]