Grab dapat kucuran dana segar dari Toyota Rp 13 triliun

TEKNOLOGI – Raksasa otomotif Toyota rupanya tertarik untuk berinvestasi di perusahaan ride sharing. Ketertarikannya untuk melakukan investasi, dibuktikan dengan mengucuri dana ke Grab. Dilaporkan Reuters, (14/6), Toyota setuju untuk melakukan investasi dengan nilai mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp 13,9 triliun.

“Dengan investasi ini, valuasi Grab akan lebih dari USD10 miliar,” ujar sumber Reuters.

Kesepakatan besar ini, diduga lantaran industri mobil saat ini yang tengah mengalami lonjakan kebutuhan akan kecanggihan teknologi. Misalnya saja inovasi-inovasi seperti mobil otonom. Di sisi lain juga, perusahaan aplikasi seperti Grab ini mampu menawarkan kepada konsumen untuk tidak membeli mobil dan hanya menggunakan aplikasinya.

Langkah investasi yang dilakukan Toyota ini, pada dasarnya telah dilakukan juga oleh produsen mobil lainnya. Misalnya saja, General Motors Co melakukan investasi di perusahaan sejenis yakni Lyft. Contoh yang dilakukan produsen mobil itu adalah sebagai antisipasi mereka di masa mendatang ketika kepemilikan mobil akan berkurang.

“Kami akan bekerja dengan mitra seperti Toyota untuk terus mentransformasi transportasi di Asia Tenggara. Kami ingin menjadi¬†one stop platform¬†bagi pengguna,” jelas pihak Grab.

Dengan angka investasi yang besar itu, Toyota akan meletakkan pejabat eksekutifnya di dewan direksi Grab. Menurut Eksekutif Toyota, Shigeki Tomoyama, investasi ini bertujuan untuk menawarkan layanan pembiayaan, asuransi, dan pemeliharaan kepada pengemudi berdasarkan data yang dikumpulkan melalui perangkat perekam yang telah dipasang di beberapa kendaraan Grab.

“Ke depan, bersama dengan Grab, kami akan mengembangkan layanan yang lebih menarik, aman dan nyaman bagi pelanggan kami di Asia Tenggara,” kata dia.