Harta Pendiri Alibaba Menguap Rp 37,5 Triliun di 2018

Pendiri dan CEO Alibaba, Jack Ma masih menjadi salah satu orang terkaya di Asia. Jack Ma masih menempati peringkat kedua pengusaha paling tajir di Asia pada akhir 2018.

Melansir data Bloomberg Billionaire Index per 31 Desember 2018, Jack Ma berada di urutan 19 orang terkaya dunia dengan nominal harta USD 36 miliar, atau setara Rp 518,413 triliun (USD 1 = Rp 14.424).

Secara posisi, dia masih kalah oleh pengusaha India Mukesh Ambani yang menduduki posisi 12 dunia dengan kekayaan USD 44,3 miliar, atau sekitar Rp 638,444 triliun.

Bila dibuat perbandingan dengan akhir 2017, kekayaan Jack Ma sebenarnya telah merosot hingga USD 2,6 miliar atau Rp 37,5 triliun dari USD 38,6 miliar (Rp 555,417 triliun).

Adapun harta yang dimilikinya sempat menanjak sampai USD 39 miliar pada pertengahan 2018.

Pada periode ini, dia duduk di peringkat 20 dunia, di bawah dua miliuner Asia lain yakni Pony Ma/Ma Huateng (peringkat 17, USD 45,3 miliar) dan Mukesh Ambani (peringkat 19, USD 40,1 miliar).

Uniknya, meski secara harta berkurang hingga USD 3 miliar menjadi USD 36 miliar pada hari terakhir tahun kemarin, posisi Jack Ma malah terangkat ke peringkat 19.

Pada saat bersamaan, Mukesh Ambani merebut singgasana Pony Ma sebagai orang terkaya Asia, yang harus terlempar ke posisi 22 dengan USD 31,9 miliar.

Secara global, Jeff Bezos tak henti memperkaya diri sebagai orang paling tajir dunia 2018 dengan nominal USD 123 miliar.

Catatan itu pun turut membuat Bos Amazon ini menyandang gelar sebagai manusia terkaya sepanjang masa, mengalahkan perolehan harta Bill Gates pada pertengahan tahun kemarin.

Sementara itu, Bill Gates selaku pendiri Microsoft harus puas berada di posisi kedua dengan kekayaan USD 90 miliar.

Mengikuti di bawahnya, Warren Buffett dengan perolehan USD 82,9 miliar, Bernard Arnault dengan USD 67,3 miliar, serta Amancio Ortega dengan USD 58,7 miliar.