Indonesia banjir pujian di pertemuan IMF-World Bank

Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali memasuki puncak acaranya pada Kamis (11/10). Hal ini ditandai dengan dibukanya pertemuan tahunan ini oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pembukaan acara pukul 09.00 WIB. Selain Jokowi, sejumlah menteri juga mendampingi seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaririman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawari, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan menteri lainnya.

“Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis, kemarin.

Setelah itu, Presiden bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan tahunan (Annual Leaders Retreat).

Beberapa aganda lainnya dihadiri Kepala Negara adalah membuka seminar dan menghadiri forum investasi. Pada malam harinya, Jokowi menghadiri ASEAN Leaders Gathering (ALG) yang dilanjutkan dengan makan malam bersama para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara tersebut.

Di sela-sela agenda tersebut, Presiden Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara dan pimpinan lembaga internasional yang hadir.

Dalam acara pertemuan IMF-World Bank ini, Indonesia dipuji dalam banyak hal. Dari pertumbuhan ekonomi hingga penanganan bencana. Berikut rinciannya:

1. Bank Dunia puji ekonomi RI

 Bank Dunia (World Bank) menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi dunia yang tengah berkembang saat ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia dalam melewati berbagai krisis ekonomi yang telah terjadi.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membuat kemajuan signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan.

Dia mencatat, PDB per kapita Indonesia telah meningkat dari USD 785 pada 2000 menjadi lebih dari USD 3.800 pada 2017. Selain itu, tingkat kemiskinan di Indonesia telah berkurang hampir setengahnya, dari 19,1 persen pada 2000 menjadi 9,8 persen saat ini.

“Ini adalah kemajuan yang mengesankan, dan kami yakin negara ini dapat melanjutkan pertumbuhan ekonomi ini di tengah gejolak ekonomi yang terjadi baru-baru ini,” ujar Kim di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Apa yang telah dilakukan Indonesia, menurutnya, sudah sesuai dengan misi kemajuan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Pemerintah dan sejumlah otoritas keuangan dinilai telah harmonis dalam membuat sebuah kebijakan.

“Dengan menyelenggarakan pertemuan-pertemuan ini, Indonesia sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa itu adalah negara yang kuat, tangguh, dan punya mimpi,” tambah dia.

Namun begitu, Kim mengakui bahwa Indonesia menjadi sebuah negara yang rawan akan bencana alam. Untuk itu, dirinya menyatakan komitmennya untuk berada bersama Indonesia dalam mengurangi dampak bencana alam dan bagaimana penanganan pemulihan ekonominya.

“Dan pertemuan ini sebagai bukti jelas bahwa komunitas internasional berdiri bersama rakyat Indonesia di masa sulit ini,” pungkasnya.