Ini Akibatnya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol

Ini Akibatnya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol

Serbaberita.com – Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit tidak menular yang berbahaya. Bukan hanya karena jumlah kasusnya yang semakin banyak, namun juga risiko komplikasi yang ditimbulkan.

Prof Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan diabetes melitus, hipertensi dan kolesterol merupakan satu kesatuan yang tergabung dalam penyakit sistem metabolik. Jika yang dijaga kadarnya hanya gula darah, risiko komplikasi pembuluh darah di tempat lain akan meningkat.

“Kalau pasien diabetes hanya jaga gula darah saja, itu kita hanya menurunkan risiko terjadinya komplikasi mikrovaskular. Mikrovaskular ini termasuk komplikasi saraf neuropati dan retinopati,” tutur Prof Sidartawan, dalam temu media Grand Kalbe Academia di Hotes Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

Gula darah terkontrol memang akan menurunkan risiko terjadinya kematian saraf neuropati dan gangguan penglihatan seperti diabetic retinopati. Namun risiko komplikasi lain seperti jantung, ginjal dan pembuluh darah tetap akan ada jika kolesterol dan tekanan darah tak terkontrol.

“Nah, itu namanya makrovaskular, tekanan darah dan kolesterol. Makanya tensi dan lipid harus dijaga juga. Tidak bisa hanya gula darah saja, harus tiga-tiganya,” terangnya lagi.

Hal senada juga dikatakan oleh dr Sugito Wonodirekso, PKK, DK dari Persatuan Dokter Keluarga Indonesia. Dalam tata laksana diabetes, pasien tidak hanya diedukasi tentang bahaya hiperglikemia (gula darah tinggi) atau hipoglikemia (gula darah rendah).

Di sini, peran dokter keluarga menjadi penting karena bukan hanya sekadar mengobati pasien, namun juga memberikan edukasi tentang bagaimana tata laksana penyakit agar tidak semakin parah dan mencegah komplikasi.

“Diabetes itu berbahaya karena risiko komplikasinya dari atas sampai bawah. Dari otak bisa kena stroke, mata kena diabetik retinopati, turun sedikit bisa jantung koroner, ginjal dan penumpukan lemak di hati. Belum risiko impotensi dan luka di kaki. Makanya harus komprehensif,” tandasnya.

(berita kesehatan)

You may also like...