ini cara Sri Mulyani rayakan Hari Raya Idul Fitri

EKONOMI – Momentum Lebaran seringkali dijadikan ajang menjalin silahturahmi dan saling memaafkan bagi seluruh umat muslim. Bahkan, tradisi Lebaran ini sudah terjadi secara turun-temurun sebagai warisan budaya bangsa yang masih belum terkikis oleh modernisasi zaman.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun turut mengungkapkan beberapa kebiasan yang dijalankan pada saat Lebaran. Tak ketinggalan, tradisi sungkeman atau silaturahmi mendatangi kediaman orangtuanya menjadi hal paling utama bagi dirinya.

Ketika itu untuk melakukan sungkeman saja harus terlebih dahulu bersabar. Sebab, antrian untuk bisa bersungkeman kala itu cukup panjang, mengingat keluarga dirinya begitu banyak.

“Makna lebaran itu dalem banget karena dari tradisi keluarga. Biasanya dari kecil sudah dibiasakan pasti lebaran kumpul keluarga kalau dulu kumpul di rumahnya bapak ibu saya di Gombong pasti sungkeman karena putranya ada 16 jadi kita semuanya urutan nomer 6 dari 16 anak cucu cicit jadi panjang banget,” ungkap Sri Mulyani di Kantornya, Selasa (5/6) malam.

Momentum berkumpul bersama keluarga, bagi Sri Mulyani menjadi kebahagian sendiri. Betapa tidak, dalam momen tersebut ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh keluarganya, mulai dari bercerita satu sama lain, hingga merambah pada persoalan lain.

“Pasti ada kumpul keluarga istilahnya itu update jadi setiap keluarga memberikan laporan, masing masing, anaknya masuk sekolah mana? ada pacar atau tidak? Ada yang nikah apa tidak? Siapa yang mencapai lulus sarjana? Tapi sekarang kita coba ilangkan acara seperti itu tapi lebih ke sharing fun,” imbuhnya.

Keseruan berkumpul bersama keluarganya tidak sampai di situ, Sri Mulyani menceritakan untuk mencarikan suasana terkadang dia membuat beberapa hiburan dengan megadakan game bagi keluarganya. Hal itu kata dia, sebagai bentuk dari keseruan keluarganya.

“Kemudian apa ya kita bikin game keluarga, dibagi topiknya kita bikin yang rada lucu-lucu gitu,” ujarnya.

Tak ketinggalan, pembagian THR atau uang saku ini juga masih menjadi suatu tradisi dikeluarganya. “Kita kumpulkan semua, supaya tidak oh yang keluarga ini kasih sekian jadi kita kumpulin semua THR jadi kita bagi yang SD sekian yang TK dan SMP sekian kuliah sekian, jadi yang kerjata tadinya masih dikasih sekarang mereka kontribusi sedikit asalkan rela,” kata Sri Mulyani.

Hal lain yang menjadi tradisi bagi Sri Mulyani adalah soal makanan. Dia menuturkan, pada saat perayaan Lebaran biasanya seringkali banyak makanan-makanan khas yang jarang ditemui diĀ Jakarta. Bahkan makanan wajib yang seringkali disediakan ketika dirinya datang yakni jadah atau sejenis uli.

“Kedua makan enak. Menu wajib kalau datang ke Gombong dulu itu jadah bahasa betawimya uli. Kemudian lemper, kemudian kita makan opor sambel goreng atinya duh eyang saya itu enak banget masaknya. Terus abis itu kalau kita kadang-kadang kita panggil tukang soto saja untuk makan ramai-ramai,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *