IQ-nya diragukan, model Victoria’s Secret & programmer ini bungkam mulut haters

Perempuan cantik biasanya berkepala kosong. Agaknya pendapat itu dipercayai banyak orang.

Tak jarang wanita yang memiliki otak cerdas dituduh tidak kompeten hanya karena memiliki fisik yang atraktif.

Begitu juga dengan mereka yang berhasil mencetak karir cemerlang di luar dunia hiburan, kerap dituduh memanfaatkan penampilan demi memuluskan karir. Hal yang sama juga dialami Lyndsey Scott.

Dilansir Bored Panda, Lyndsey Scott merupakan model berdarah Afrika-Amerika pertama yang mendapat kontrak eksklusif dari Calvin Klein.

Rumah mode Gucci dan Prada memanfaatkan sosok semampainya untuk produk-produk mereka. Ia juga pernah melenggang di panggung Victoria’s Secret.

Di luar profesi model, ia juga menjadi pengembang perangkat lunak untuk aplikasi mobile iOS di Stack Overflow. Coding yang ia garap digunakan pada aplikasi iPhone dan iPad.

Lyndsey Scott Tradesy
Ketika seorang pengguna Reddit mengunggah fakta-fakta tentang Lyndsey dan respon negatif para pria di kolom komentar Instagram, topik tersebut langsung viral.

Lyndsey Scott
“Ada yang percaya? Aku rasa tidak,” ejek salah satu commenter.

“Paling cuma bisa mencetak, “Halo dunia!” kata pengguna Instagram yang lain.

Dan komentar tersebut direspon, “Dan bagaimana dengan kualitasnya?”

Lyndsey merupakan bagian dari tim tutorial iOS di RayWenderlich.com, pernah bekerjasama dengan Bill Gates dan Mark Zuckerberg di Code.org, programmerperangkat lunak iOS utama untuk RallyBound, serta meraih gelar sarjana sains komputer dan teater sekaligus.

Tambahan lagi, ia juga memegang sabuk hitam taekwondo. Walaupun begitu, netizen lebih percaya kalau wajah cantiknya tidak dibarengi dengan IQ yang memadai.

Lyndsey Scott Instagram/lyndsey360
Biasanya Lyndsey mengabaikan komentar bernada sinis semacam itu. Namun kali ini ia menyempatkan diri membalas demi membuka mata publik mengenai diskriminasi yang diterima para pekerja wanita di dunia teknologi.

“Setelah melihat komentar-komentar ini saya jadi bertanya-tanya kenapa 41 persen wanita di bidang teknik bisa mengundurkan diri karena lingkungan kerja yang tidak ramah,” tutur Lyndsey.

Lyndsey Scott Instagram/lyndsey360
Ia juga menggarisbawahi komentar yang meragukan kompetensinya sebagai seorang programmer.

“Bukannya ingin pamer, hanya membeberkan fakta dengan harapan saya bisa meyakinkan setidaknya satu commenter negatif bahwa programmerbisa memiliki bentuk tubuh, ukuran, jenis kelamin, dan ras apa saja.

Jadi pikir dua kali sebelum meragukan para wanita dan gadis-gadis yang mereka temui di bidang teknologi.”

Respons brilian Lyndsey mendapat tanggapan positif dari para pengguna internet, terutama kaum wanita.

“Pemrograman butuh bakat. Modelling juga butuh bakat. Kenapa orang-orang harus mencela para wanita yang multitalenta di bidang yang beragam?” komentar salah satunya.

“Sebenarnya saya ingin melihat pria-pria ahli komputer ini melenggang di panggung peragaan busana setengah telanjang dengan sepatu stiletto sambil menahan beban sayap palsu seberat 50 pon di punggung,” kata yang lain.