Jendela360, andalkan teknologi kamera 360 derajat untuk sewakan apartemen

Bisnis properti merupakan bidang yang tidak pernah surut, selama masyarakat masih membutuhkan hunian dan memandangnya sebagai salah satu investasi. Selain perumahan dan perkantoran, sektor apartemen juga terus mengalami peningkatan permintaan, khususnya di Jakarta. Hal ini ditangkap sebagai salah satu peluang oleh Ade Indra dengan membangun startup bernama Jendela360.

Berawal dari pengalaman buruk

Menekuni bisnis pengemasan makanan, Ade sering mendapat pengalaman buruk saat bertemu dengan agen properti. Selain kurang profesional dan merasa diremehkan, terkadang foto yang diberikan pun tidak representatif dan terkesan asal. Ade pun menyampaikan keluhannya pada rekannya, Kiki Guzali. Keduanya kemudian memutuskan membuat startup Jendela360 sebagai situs penyewaan apartemen.

Berbeda dengan situs lainnya

Walau sama-sama berupa situs penyewaan apartemen di tanah air, Jendela360 punya keunggulan tersendiri. Jika selama ini situs seperti Rumah123 menggunakan sistem marketplace, maka startup yang diluncurkan pada Oktober 2016 ini memilih langsung menjadi agen properti.

Hal ini didukung dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), yang diharapkan bisa memberi informasi secara transparan dan layanan terbaik.

Memanfaatkan teknologi yang sedang tren

Perbedaan lainnya yang membuat jendela360 menonjol dibanding situ-situs serupa lainnya adalah keberadaan foto 360 derajat untuk setiap apartemen yang ditawarkan.

Teknologi 360 Virtual Tour (VR enabled) mampu menampiilkan foto yang lebih jelas dan representatif sehingga calon penyewa apartemen seakan telah mengunjungi unit apartemen tersebut secara online.

Teknologi gambar maupun video ini memang tengah ngetren dimanfaatkan dalam berbagai bisnis. Selain properti, gambar 360 derajat yang dihasilkan pun juga mampu mendukung promosi di bidang otomotif hingga pariwisata.

Laris manis

Dibangun selama dua bulan, situs Jendela360 memberi kesempatan bagi calon penyewa untuk memilih apartemen yang diinginkan berdasar lokasi, luas ruangan, hingga harga sewa. Hingga sekarang, startup yang mulai dikembangkan sejak pertengahan tahun 2016 ini sudah menampilan 1300 unit apartemen, lengkap dengan foto 360 derajat.

Jendela360 pun telah berhasil membukukan sekitar 120 transaksi. Untuk mendapatkan pemasukan dan dana operasional, ada komisi sebesar lima persen dari pemilik apartemen untuk setiap transaksi yang terjadi lewat Jendela360.

Penggunaan teknologi terbaru bisa menjadi salah satu inspirasi dalam menemukan ide pembuatan startup baru. Bukan hanya unik dan menarik, startup yang dikembangkan pun sebaiknya memiliki social impact bagi masyarakat.

Untungnya, kamu tidak sendiri membangun startup potensial. The NextDev 2018 sebagai platform early stage startup di Indonesia siap memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi startup tahap awal, bahkan yang masih sebatas ide, gagasan, maupun konsep.

Catat jadwal pitching-nya, ya. Setelah sukses menjaring startup potensial di Surabaya, Semarang, dan Denpasar, kini giliran Batam (26 Juli 2018), Samarinda (Agustus), Yogyakarta (September), dan Jakarta (Oktober). Jangan sampai ketinggalan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *