Jerman Mulai Selidiki Kasus Manipulasi Emisi Audi di Korsel

Skandal manipulasi emisi gas buang yang dialami Volkswagen, induk perusahaan dari Audi AG memiliki sebuah cerita yang masih belum berakhir. Setelah Volkswagen pecat mantan chief executive officer (CEO) Audi Rupert Stadler, kini Otoritas Jerman mulai menyelediki manipulasi dokumen produsen mobil Audi di Korea Selatan.

Mendasarkan laporan pada dokumen dari jaksa Munich menurut media Jerman, Sueddeutsche Zeitung, bahwa karyawan Audi dicurigai menyimpan hasil modifikasi dari pengujian termasuk hasil pengukuran polusi dan konsumsi bahan bakar.

Karyawan Audi juga diduga memalsukan sertifikasi kendaraan dan nomor identifikasi kendaraan selama masa jabatan CEO Audi Rupert Stadler, dan mereka disebut mengakuinya namun menyembunyikan masalah tersebut seperti dilansir AFP, Selasa (9/10).

“Oleh karena itu Audi menggunakan informasi yang dipalsukan untuk menyelidiki apakah mobil yang seharusnya tidak diizinkan di jalan,” kata harian itu.

Seperti diberitakan, Audi telah melakukan pelanggaran untuk mendapat izin meniagakan kendaraan di Korea.

VW bergerak cepat untuk menuntaskan kasus tersebut. Buktinya penyelidikan ini dalam kurun waktu satu pekan sejak Rupert Stadler dipecat oleh VW pada (2/10). Adapun posisi yang ditinggalkan Stadler untuk sementara akan dijabat oleh pimpinan penjualan Bram Schot.

Sebelum dipecat dari jabatannya, Stadler pada bulan Juni 2018 ditangkap otoritas Jerman karena dicurigai mengganggu proses penyelidikan emisi.

Selama ini belum ada bukti yang memberatkan Stadler. Sementara pemecatan Stadler pekan lalu sebagai langkah tegas dari VW dan Audi untuk menanggapi kasus ini. Pria kelahiran 1963 itu dipercaya sebagai CEO Audi AG pada 1 Januari 2010.