Kemkeu Buat Badan Baru Tampung Dana Pembangunan Berkelanjutan

Kementerian Keuangan menyatakan akan membentuk badan khusus untuk menampung pendanaan dari berbagai sumber (blended finance) yang digunakan untuk Program Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDG). Wadah tersebut rencananya dipegang oleg PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero yang ditugaskan Kementerian Keuangan untuk mengelola dana tersebut.

Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan wadah ini menampung seluruh dana yang berasal dari kegiatan filantropis, lembaga donor, lembaga keuangan, perbankan, hingga asuransi. Penghimpunan dana tersebut hanya diperkenankan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan dengan 17 subsektor SDG.

Namun, pendanaan tersebut akan diprioritaskan untuk proyek, sepert;i kesehatan, pendidikan, energi terbarukan, infrastruktur transportasi, pengelolaan air, dan pengelolaan limbah. Secara spesifik, Ema berharap beberapa proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan dikerjakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa dibiayai menggunakan dana ini.

“Kami senang, karena ini idenya blended financing yang bisa membantu kami semua untuk membantu target SDG yang harus dicapai Indonesia,” jelas Emma di Kementerian Keuangan, Jumat (5/10).

Di tahap awal, Emma mengatakan SMI diberikan kepercayaan untuk mengelola dana sebanyak US$2,3 miliar untuk empat kegiatan utama; pembangunan fasilitas sosial, mitigasi risiko infrastruktur, fasilitas pembiayaan, dan fasilitas investasi.

Dana tersebut didapatkan dari 23 lembaga; perbankan, lembaga internasional, Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), USAid, United Nation Development Program (UNDP), hingga Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

“Tapi kami berharap dana ini bisa digunakan untuk dua kegiatan yang pertama; pengembangan fasilitas sosial mitigasi risiko,” papar dia.

Ia berharap, dana yang dihimpun di dalam wadah yang disebut SDG Indonesia One ini bisa bertambah. Pasalnya, dana yang dimiliki saat ini masih kurang cukup untuk mendanai proyek-proyek SDG tahun depan. Menurutnya, jumlah proyek yang berkaitan dengan SDG di Indonesia tahun depan memiliki nilai mencapai US$18 miliar, atau delapan kali lipat dari jumlah dana yang dimiliki saat ini.

Hanya saja, Emma tak mau terlalu ngoyo menetapkan target penghimpunan dana. “Mengamankan dana memang bisa cepat, tapi yang terpenting adalah memetakan struktur proyeknya agar pendanaan bisa turun dengan cepat,” pungkas dia.

SDG adalah tujuan global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan harus dicapai sebelum tahun 2030 mendatang. Tujuan yang diinisiasi 25 September 2015 silam tersebut disepakati oleh 193 negara anggota PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *