Ketularan Alergi Kacang Setelah Dapat Transplantasi Paru

Seorang wanita berusia 53 tahun dilaporkan dalam jurnal Transplantation Proceedings mengalami alergi yang tidak biasa. Sepanjang umur dirinya tidak pernah bermasalah mengonsumsi kacang, namun setelah menjalani transplantasi paru tiba-tiba saja alergi muncul.

Dr Mazen Odish dari University of California mengatakan bahwa ini adalah contoh kasus langka di mana seorang pasien menerima penyakit bawaan dari organ. Diketahui bahwa donor sang wanita memiliki sejarah alergi.

Awalnya sang wanita tidak mengalami masalah bisa sembuh dengan lancar setelah operasi. Namun satu hari sebelum pulang ke rumah ia mengalami keluhan sesak napas. Dokter mencurigai alergi karena gejala muncul setelah sang wanita makan selai kacang.

Menariknya gejala alergi yang dialami sang wanita hanya keluhan sulit bernapas. Gejala alergi pada bagian tubuh lain seperti bintik merah atau nyeri perut tidak muncul.

Meski jarang terjadi penyakit alergi memang bisa berpindah dari donor ke pasien transplantasi. Selain paru-paru beberapa organ lain yang juga diketahui pernah memindahkan penyakit adalah hati, ginjal, sumsum tulang, dan jantung.

Masih belum diketahui pasti apakah alergi bawaan ini bersifat permanen atau akan hilang dengan sendirinya.

“Kasus ini mengilustrasikan pentingnya mempertimbangkan sejarah alergi donor saat menghadapi calon pasien penerima organ,” tulis peneliti seperti dikutip dalam jurnal.