Laba Astra Grup capai Rp 17 triliun, bisnis otomotif kontribusi Rp 7 triliun

Perusahaan raksasa, PT Astra International Tbk, mencatat laba bersih Rp 17 triliun di kuartal III tahun ini, naik 21 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara pendapatan perusahaan tercatat Rp 174 triliun, naik 16 persen.

Dalam rilisnya pada Merdeka.com, kemarin. kenaikan laba bersih grup selama periode tersebut disebabkan penambahan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, segmen jasa keuangan, dan segmen otomotif yang lebih tinggi dari penurunan kontribusi segmen agribisnis.

Sementara itu pelemahan rupiah selama periode ini menekan marjin terhadap bisnis manufaktur Grup, yang mana dampaknya diimbangi oleh bisnis-bisnis berbasis komoditas, aktivitas ekspor, serta meningkatnya keuntungan selisih kurs.

Pendapatan bersih perseroan yang meningkat 16 persen menjadi Rp 174,9 triliun, didorong pertumbuhan pendapatan pada hampir semua segmen, terutama segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Dilihat dari lini bisnis, sektor otomotif mencatat laba bersih Rp 7,013 triliun. Hanya naik 7 persen dari periode sama tahun lalu.

Keniakan laba bersih bisnis otomotif tersebut didorong kenaikan penjualan sepeda motor.

Sedangkan penjualan mobil Astra turun 4 persen menjadi 424.000 unit, karena meningkatnya kompetisi.

Sehingga pangsa pasar Astra menurun dari 55 persen menjadi 50 persen. Grup telah meluncurkan 17 model baru dan 6 model revamped selama periode ini.

Penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 9 persen menjadi 4,7 juta unit.

Sementara penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) di pasar domestik meningkat 9 persen menjadi 3,5 juta unit, dengan pangsa pasar yang stabil; 75 persen.

Grup telah meluncurkan 5 model baru dan 16 model revamped selama periode ini.

Kemudian PT Astra Otoparts Tbk, bisnis komponen otomotif Grup, melaporkan laba bersih yang meningkat 12 persen menjadi Rp 414 miliar.

Ini disebabkan kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan mobil Grup meningkat 12 persen menjadi Rp 837 miliar, karena penurunan provisi.

Kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor meningkat 18 persen menjadi Rp 1,7 triliun, yang mencerminkan portofolio pembiayaan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *