LCGC Honda Brio Satya naik Rp 6,5-10 juta, ini variabel biayanya

Honda Indonesia sudah mengumumkan harga jual All New Brio, kemarin, termasuk tipe Satya yang kategori mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang harga jualnya ‘diatur’ pemerintah.

All New Brio Satya S M/T dibanderol Rp 139 juta (on the road Jakarta); All New Brio Satya E M/T Rp 147,5 juta; dan All New Honda Brios Satya E CVT Rp 162,5 juta.

Sedangkan tipe RS, yang non-LCGC, harganya Rp 175 juta untuk RS M/T, dan Rp 190 juta untuk RS CVT.

Harga jual Brio Satya S M/T itu lebih mahal sekitar Rp 6,5 juta dibandingkan model lawasnya. Sementara untuk model Brio Satya E M/T dan CVT, harganya lebih mahal Rp 10 juta.

all new honda brio meluncur di giias 2018

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor, menjelaskan khusus harga jual All New Brio Satya tidak bisa ditetapkan sendiri oleh agen pemegang merek. Sebagai mobil LCGC, harga jualnya diregulasi oleh pemerintah sepanjang memenuhi kriterianya, seperti komponen lokalnya 85 persen dan konsumsi bahan bakarnya minimal 20 liter per kilometer.

Menurut Honda, Brio terbaru dengan transmisi CVT konsumsi rata-rata bensinnya 20,3 kilometer per /liter (CVT), sedangkan trasmisi manual, lebih rendah, 20,1 kilometer per liter (M/T).

“Penentuan harga jual Brio Satya ada tiga variabel, yakni biaya pengembangan baru (material cost), inflasi, dan nilai tukar rupiah. Namun, saya tidak bisa menyebutkan faktor nilai tukar rupiahnya berapa,” ujar Jonfis di Jakarta, Rabu (12/9).

Dipasarkan di Indonesia sejak 2012, Honda Brio mencatat total penjualan 237.272 unit atau berkontribusi 58 persen terhadap total penjualan Honda Brio di seluruh dunia.

Ini menjadikan Indonesia sebagai leading country untuk pengembangan model ini.

Tsutomu Harano, Large Project Leader All New Brio Honda R&D Asia Pacific Co Ltd, menambahkan, All New Brio diriset dan dikembangkan di Thailand dengan konsep utama Proud Over Class.

Realisasinya, berupa penyempurnaan di berbagai aspek, termasuk memperpanjang jarak sumbu roda hingga 60 milimeter untuk menciptakan ruang duduk belakang lebih besar. Yang lebih besar juga adalah ruang bagasi, lebih luas hingga 90 milimeter.

Dengan demikian, kapasitas bagasi bertambah lebih dari 258 liter atau 84 liter lebih besar dari versi sebelumnya.

Kemudian bukaan tailgate juga 15 persen lebih lebar, sehingga pengguna dapat melakukan bongkar muat untuk barang-barang berukuran besar secara lebih mudah dan lancar.

Sisi dapur pacunya, menggunakan mesin lama; 1.2L i-VTEC 4 silinder, tapi disempurnakan untuk konsumsi bahan bakar lebih baik.

Tenaga maksimumnya mencapai 90 PS per 6.000 rpm untuk transmisi manual dan CVT. Sementara torsi maksimum 110 Nm per 4.800 rpm.

“Untuk pertama kali di segmennya, semua grade All New Honda Brio dilengkapi dengan tombol untuk membuka bagasi agar lebih mudah dan nyaman. Ini berkat fitur electrical trunk Opener,” pungkas Harano.

Target 5 ribu unit

Dengan perubahan sisi eksterior dan interiornya, Honda menargetkan All New Brio memiliki volume penjualan hingga 5 ribu unit per bulan.

“Targetnya 4.000 sampai 5.000 unit per bulan mungkin. Tapi ini bukan fix, karena kita belum menetapkannya. Tapi sekitar segitu.

Kalau lebih kita sesuaikan lagi, dan setelah beberapa bulan ke depan,pasca-peluncuran, akan menyesuaikan,” kata Jonfsi.

Dengan target sebesar itu, tipe Brio Satya (LCGC) berkontribusi terbesar, yakni mencapai 90 persen. Sementra Brio RS hanya 10 persen. Karena memang pasar LCGC itu besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *