Liverpool vs Chelsea: Ulangan Sejarah Pahit The Reds Tahun 2014?

Laga super big match bakal tersaji pada lanjutan Premier League pekan ke-34, Minggu (14/4) saat Liverpool menjamu Chelsea di Anfield. Partai ini krusial bagi kedua tim meski kepentingan mereka berbeda. Liverpool masih bersaing ketat dengan Manchester City dalam perebutan gelar juara, sedangkan Chelsea berjibaku untuk meraih tiket Liga Champions musim depan.

Jelang laga, bayang-bayang kegagalan tahun 2014 menghantui para fans Liverpool. Kala itu Liverpool gagal dalam persaingan juara dengan Manchester City di pekan-pekan terakhir akibat kalah dari Chelsea. Akankah sejarah tersebut terulang musim ini?

1. Pada 2014, Liverpool dikalahkan Chelsea hingga akhirnya gagal juara Premier League

Liverpool vs Chelsea: Ulangan Sejarah Pahit The Reds Tahun 2014?mirror.co.uk

Para penikmat Premier League tentu masih ingat kisahnya. Ketika itu, The Reds yang diarsiteki Brendan Rodgers menjamu Chelsea dalam posisi memimpin klasemen sementara. Mereka unggul 3 poin dari Manchester City di peringkat kedua yang masih menyimpan satu laga di tangan. Musim hampir usai, hanya tersisa 3 partai lagi.

Liverpool dalam kepercayaan diri tinggi usai meraih 11 kemenangan beruntun sebelum menjamu Chelsea. Tampaknya tidak ada yang bisa mencegah Si Merah meraih gelar Premier League pertama mereka sepanjang sejarah. Namun rupanya takdir berkata lain. Di injury timebabak pertama, kapten Steven Gerrard membuat blunder fatal yang pasti masih menghantuinya hingga kini.

Ia terpeleset saat menerima sodoran bola simpel Mamadou Sakho hingga memudahkan striker Chelsea Demba Ba merebut bola dan berlari sendirian lalu menaklukkan kiper Simon Migonlet. Chelsea-nya Jose Mourinho kemudian mematikan laga dengan tampil super defensif, lalu mengunci kemenangan berkat gol counter attack Willian di injury time babak kedua.

Liverpool kalah 0-2, dan hasil imbang melawan Crystal Palace sepekan kemudian akhirnya membuat posisi puncak direbut oleh Manchester City. The Reds pun gagal meraih gelar Premier League yang sudah di depan mata, dan bisa dibilang hal itu adalah gara-gara Chelsea.

2. Terkenang memori 2014, Cesar Azpilicueta pede Chelsea bakal pukul Liverpool lagi

Liverpool vs Chelsea: Ulangan Sejarah Pahit The Reds Tahun 2014?goal.com

Hari ini, sejarah punya peluang untuk berulang. Liverpool kembali menjamu Chelsea di Anfield dalam kondisi memimpin klasemen, unggul 2 poin dari City yang masih menyimpan satu laga di tangan. Merasa The Blues sudah berpengalaman melukai harapan juara Liverpool di masa lalu, bek Cesar Azpilicueta yakin bahwa Chelsea bakal meraih hasil positif lagi.

“Ketika kami pergi kesana, mereka hampir selesai mempersiapkan pesta karena mereka menghancurkan semua tim di Anfield,” kata Azpilicueta yang juga termasuk dalam skuad Chelsea saat mengalahkan Liverpool pada laga tahun 2014 tersebut, seperti dilansir dari Goal. “Kami tiba dengan gagasan yang jelas untuk memainkan laga yang harus kami mainkan ketika itu.

“Untuk mengalahkan tim itu, yang mendapatkan hasil-hasil bagus, dan mengalahkan mereka 2-0 sangat penting bagi klub dan bagi fans. Semuanya menikmati saat itu dan semoga kami bisa mengulanginya hari Minggu. Ini bukan soal membuat Liverpool frustrasi, ini soal memainkan permainan kami.

“Kami tahu mereka berjuang untuk titel, tapi bagi kami, setiap poin adalah vital untuk finis di empat besar. Ini partai yang penting bagi kami. Kami tahu kami melawan tim yang kuat, tapi pertama-tama kami harus mempertahankan kesolidan yang telah kami tunjukkan di beberapa laga terakhir dan bertahan dengan baik. Lalu jika kami bisa memanfaatkan peluang, kami bisa menang.”

3. Jurgen Klopp: berhenti khawatir soal kekalahan 2014!

Liverpool vs Chelsea: Ulangan Sejarah Pahit The Reds Tahun 2014?planetfootball.com

Pendapat berbeda dimiliki oleh manajer Liverpool Jurgen Klopp. Ia menyadari bahwa beberapa fans Liverpool bisa jadi merasa khawatir bahwa kenangan buruk 2014 akan berulang dan membuat The Reds gagal lagi meraih gelar juara. Namun, Klopp mengaku tidak memikirkannya sama sekali dan ia mengimbau fans untuk melakukan hal yang sama.

“Aku tidak yakin itu ada di benak siapa pun kecuali kalian (para wartawan)! Aku tidak memikirkannya sedetik pun, aku hanya mendengarnya. Jika para fans membicarakannya, aku bisa mengatakan kepada mereka untuk mengabaikannya.”

Keyakinan Klopp bahwa timnya tidak akan kembali terluka didasari atas fakta bahwa saat ini Liverpool memiliki tim yang jauh berbeda dari tahun 2014, dan bisa dibilang lebih kuat pula. Karena itu, Klopp optimis mereka bisa menuliskan sejarah baru.

“Itu tidak ada hubungannya dengan kami. Ini cerita yang sama sekali berbeda. Beberapa hal terjadi hanya sekali seumur hidup, kadang dua kali, kadang tidak pernah. Ini soal pertandingan Minggu dan itu saja. Aku tidak tahu berapa pemain Chelsea (saat itu) yang akan bermain Minggu ini? Mohamed Salah sekarang ada di tim kami!

“Siapa pun yang ingin berbicara kepada pemain saya soal apa yang terjadi bertahun-tahun yang lalu, jangan lakukan! Kami ingin menuliskan kisah kami sendiri, dan jika Anda melakukan itu Anda bisa membangun dari hal-hal positif di masa lalu, mengabaikan hal-hal negatif dan belajar dari kesalahan di masa lalu,” kata Klopp yakin.