Menengok data statistik 70 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina

DUNIA – Sedikitnya 60 warga Palestina tewas sejak dua hari lalu ketika berunjuk rasa memperingati Hari Nakba (Bencana) di perbatasan Jalur Gaza karena ditembak tentara Israel. Nakba adalah hari ketika 70 tahun lalu sekitar 800 ribu orang Palestina terusir dari negerinya oleh tentara Zionis Israel. Hari itu, 15 Mei, menjadi hari berdirinya negara Israel.

Peringatan Nakba tahun itu makin membuat situasi panas lantaran diikuti pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, Tepi Barat. Desember lalu Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan negaranya ke kota itu.

Dilansir dari laman Al Araby, Selasa (15/5), Biro Statistik Pusat Palestina (PCBS) kemarin merilis data soal pendudukan sekaligus ‘pembersihan etnis’ dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Data ini mengungkap bagaimana gencarnya militer Israel merampas wilayah Palestina, membangun pemukiman, dan menghancurkan rumah-rumah orang Palestina.

peta perampasan tanah palestina oleh israel huffington post

 

Sebelum Nakba, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membagi wilayah negara Palestina untuk mendirikan negara Yahudi dan Arab. Sebanyak 55 persen wilayah Palestina diambil alih Israel. Namun saat ini sekitar 85 persen tanah Palestina dikuasai Negeri Bintang Daud dan wilayah yang tersisa pun masih berpotensi dicaplok dan dikuasai Israel.

Menurut PCBS, Israel menghancurkan sekitar 100 rumah warga Palestina saban tahun sejak tahun 2000. Antara 200 hingga 2017 ada 1.706 bangunan Palestina dihancurkan. Tahun lalu saja ada 433 bangunan milik orang Palestina diratakan dengan tanah, sebanyak 46 persen terjadi di Yerusalem dan memaksa sekitar 128 kepala keluarga atau 700 orang terusir dari rumah mereka, sebagian dari mereka adalah anak-anak.

Di akhir 2016, kata PCBS, ada 425 pemukiman ilegal Israel dan pangkalan militer di Tepi Barat. Di akhir 2016 tercata ada 636.452 warga Israel di Tepi Barat.

Pada 2017 Israel kian menggencarkan perluasan pemukiman di Tepi Barat dengan membangun 16.800 rumah baru buat warga Israel, sepertiganya ada di Yerusalem.

Di Tepi Barat ada sekitar 21,8 pemukiman di tengah 100 warga Palestina dan di Yerusalem ada 68,3 pemukiman.

Israel menyetujui pencaplokan sekitar 1,8 juta meter persegi tanah Palestina selama 2017 yang digunakan untuk membangun pemukiman, kawasan pemblokiran jalan, dan pos pemeriksaan militer untuk melindungi warga Israel.

Tahun lalu ada sekitar 10 ribu pohon dibuldoser dan lebih dari 63 juta meter persegi tanah yang digunakan untuk irigasi, ladang, diambil ali untuk pemukiman Israel.

Jumlah warga Palestina tewas dibunuh Israel sejak 29 September 2000 hingga 31 Desember 2017 mencapai 10.463 jiwa.

Yang terburuk adalah pada 2014 ketika Perang Gaza, ada 2.240 warga Palestina di Gaza tewas. Sementara ada ribuan orang Palestina luka karena peluru tajam, gas air mata, dan peluru penembak jitu.

Tak hanya itu, PCBS juga mengatakan ada sekitar 1 juta orang Palestina dikurung dalam tahanan Israel sejak 1967.