mengulik sejarah dan perkembangan Islam di Hong Kong lewat Masjid Kowloon

TRAVEL – Hong Kong memang bukan negara Islam dan keberadaan Islam di negara ini pun termasuk minoritas. Namun hal ini bukan berarti Islam tak berkembang di negara dengan julukan Pearl of The Orient ini.

Salah satu cikal bakal dan jejak perkembangan Islam di Hong Kong bisa kamu lihat kala mengunjungi Masjid Kowloon and Islamic Centre yang terletak di distrik Tsim Sha Tsui.

Mr Saeed Uddin 2018 Merdeka.com/feb

Ditemui oleh Mr Saeed Uddin, Secretary of The Incorporated Trustees of The Islamic Community Fund di Hong Kong, rombongan jurnalis Indonesia yang diundang oleh pihak Hong Kong Tourism Board ini pun diterangkan tentang bagaimana sejarah, perkembangan, dan kehidupan umat beragama Islam di Hong Kong.

“Masjid Kowloon termasuk salah satu masjid yang tertua di Hong Kong. Keberadaan masjid ini bermula dari datangnya tentara dari negara Timur Tengah seperti Pakistan dan Bangladesh yang notabene beragama Islam ke negara ini. Mereka kemudian bermukim dan akhirnya menunaikan ibadah di area ini,” ceritanya.

“Kemudian muncullah Masjid Kowloon dengan ukuran yang kecil. Namun di tahun 1974, kamu mulai melakukan renovasi dan perluasan yang selesai di tahun 1984. Kemudian di sekitar tahun 2005-2006, kami kembali melakukan renovasi di bagian interior masjid dengan menambah kantor, perpustakaan, dan perluasan sayap kanan dan kiri masjid sehingga kami bisa menampung 100-150 jemaah saat shalat.”

Masjid Kowloon 2018 Merdeka.com/feb

Dibarengi dengan makin meluasnya masjid, Saeed pun menceritakan bahwa kegiatan Islam berikut dengan komunitasnya makin berkembang. Kegiatan seperti melakukan seminar, kajian, atau perkuliahan singkat tentang Islam sering digelar. Imbasnya, warga asli Hong Kong pun makin melek dengan agama Islam.

“Apa yang kami lakukan di sini tak jauh beda dengan yang dilakukan umat Muslim di negara lain pada umumnya. Kami rutin menggelar kajian Islam dan bahkan kami merasa bahwa fasilitas dan atmosfer beragama yang kami rasakan di sini lebih baik daripada di negara Islam lainnya. Tak ada pertikaian, tak ada adu argumen, dan tak ada keributan. Semuanya berlangsung secara damai. Pemerintah pun melindungi kami dengan sangat baik. Komunitas Muslim di sini sangat menghormati pemerintah karena pemerintah pun melakukan hal yang sama.”

Sama seperti tokoh Islam lainnya di Hong Kong, Saeed pun menjelaskan bahwa selain untuk mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat Islam di Hong Kong seperti menerbitkan sertifikat halal pada restoran dan tempat makan, organisasi Islam di negara ini juga memiliki misi yang mulia lainnya yakni memperkenalkan Islam sebagai agama yang cinta damai dan terbuka pada siapapun dari golongan, agama, atau ras apapun daripada sibuk membujuk orang lain untuk memeluk agama Islam.

“Bahkan saat Ramadhan nanti, kami menyediakan makanan gratis bagi siapapun yang membutuhkan tanpa melihat latar belakangnya.” [feb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *