Menpar ajak mahasiswa garap Sustainable Tourism, ini benefitnya

LIGA99 – Menteri Pariwisata Arief Yahya mulai getol menanamkan rasa cinta pariwisata ke mahasiswa. Hal itu juga yang dilakukan dalam Sustainable Tourism for Economic Development. Event ini berlangsung di Grand Auditorium Universitas Bunda Mulia (UBM), Rabu (5/9).

Dalam acara yang diikuti 1.000 mahasiswa UBM ini, Menpar Arief Yahya menyampaikan paparan berjudul “Sustainable Tourism: Peran Pariwisata dalam Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia”.

Menpar menyampaikan performansi sektor Pariwisata Indonesia, peran Sustainable Tourism, dan Young Entrepreneurship in Tourism.

“Untuk pengembangan Pariwisata harus selalu mengedepankan prinsip Sustainable Tourism yang disebut 3P, yaitu Planet, People, dan Prosperity,” papar Menpar Arief Yahya.

Dijelaskannya, pengembangan pariwisata harus mengedepankan unsur kelestarian lingkungan, partisipasi masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat.

People, jelas Menpar Arief Yahya, adalah kewajiban untuk memperhatikan keinginan wisatawan dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam bermacam kegiatan komunitas lokal. Sementara Planet, adalah kewajiban untuk menjaga lingkungan.

“Dan Prosperity adalah kewajiban memperhatikan nilai-nilai ekonomis sebuah tempat wisata dan dampaknya terhadap penduduk lokal,” terang Menpar Arief Yahya.

Saat membahas Young Entrepreneurship in Tourism, Menpar Arief Yahya mengajak mahasiswa untuk bergabung dalam Wonderful Start Up Academy, Pengembangan Digital Destination bersama GenPI, dan mengembangkan bisnis Nomadic Tourism, sebagai solusi sementara sebagai solusi selamanya.

Dijelaskannya, Wonderful Startup Academy merupakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang pariwisata yang akan dikembangkan Kemenpar. Di mana startup bidang pariwisata yang dibuat oleh anak muda dari sejumlah daerah di Indonesia. Nantinya dapat merangkul banyak UKM lokal, akan diberi pelatihan dan modal.

Menurutnya, UKM pariwisata memang tidak secara langsung mendatangkan banyak wisman ke Tanah Air. Namun tentunya ikut berperan dalam berbagai hal, seperti mengembangkan sektor bisnis kepariwisataan Indonesia.

“Intinya begini, kita punya banyak koperasi dan UKM total lebih dari 50 juta. Untuk mengelola yang banyak ini tidak mungkin dengan cara biasa. Poin utamanya koperasi ini ingin kita kelola secara korporasi seperti perusahaan besar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pada kesempatan itu, Menpar Arief Yahya menegaskan digital destination dan nomadic tourism merupakan strategi untuk merebut wisatawan mancanegara (wisman). Dia menjelaskan bahwa destinasi digital adalah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial dan nge-hits di Instagram.

“Generasi milenial atau lebih populer kids zaman now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah Instagramable. Saya ingin tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di Tanah Air,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, untuk nomadic tourism pada Rakornas akan fokus membahas pada nomadic aksesibilitas dan nomadic amenitas berikut atraksinya yang dapat mendorong para pelaku industri pariwisata mau mengembangkan bisnis ini, terutama untuk amenitas dan aksesibilitasnya.

Menurutnya, nomadic tourism sebagai solusi dalam mengatasi keterbasan unsur 3A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas) khususnya untuk sarana amenitas atau akomodasi yang sifatnya bisa dipindah-pindah dan bentuknya bermacam-macam seperti glamp camp, home pod dan caravan.

Sedangkan, sebagai aksesibilitasnya adalah sea plane dengan mudah membawa wisatawan dari pulau ke pulau, apalagi seperti di Indonesia di mana jumlah pulau mencapai 17 ribu lebih.

“Nomadic tourism untuk sementara akan difokuskan pada 10 destinasi prioritas atau ‘Bali baru’ dengan memanfaatkan empat destinasi sebagai pilot project yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur,” sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Menpar Arief Yahya didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi Don Kardono dan Tenaga Ahli Sustainable Tourism Valerina Daniel melakukan peresmian Generasi Pesona Indonesia Universitas Bunda Mulia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *