Modus COD, Iswandy bawa kabur ponsel milik Aditya

Iswandy (25), warga Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, dibekuk polisi. Gara-garanya, dia bawa kabur ponsel yang rencananya dia beli dari pemiliknya, Aditya (25), warga Samarinda. Iswandy kini meringkuk di penjara.

Iswandy ditangkap siang tadi. Peristiwa itu terjadi Kamis (12/4) sore, berawal dari Aditya, mengiklankan ponsel yang dia jual di media sosial. Iswandy menyatakan ketertarikannya untuk membeli ponsel Aditya.

“Pelaku (Iswandy) ini kemudian menghubungi korban (Aditya), menanyakan ponsel yang dijual sesuai iklan,” kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota Ipda Purwanto, kepada merdeka.com, Sabtu (14/4) malam.

Iswandy dan Aditya, kemudian bikin janji Cash On Delivery (COD) di kawasan Pasar Pagi Samarinda, Jalan KH Abdullah Marisi. “Begitu ketemuan, pelaku minta korban ini memperlihatkan ponsel yang dijual korban,” ujar Purwanto.

Korban lantas memperlihatkan ponselnya, lengkap dengan kotak dan aksesoris, yang kemudian dibawa terlebih dulu oleh pelaku. “Alasannya, pelaku bilang handphone itu mau diperlihatkan dulu ke kakaknya, yang tinggal di sekitar masjid raya. Korban menurut aja waktu itu,” sebut Purwanto.

Belakangan, setelah menunggu lama, pelaku Iswandy tak kunjung kembali. Merasa tertipu, korban lantas melapor ke kepolisian dengan kerugian Rp 2,7 juta. “Dari laporan itu, kita lidik, dan kita tangkap pelaku di kawasan itu (Pasar Pagi),” terang Purwanto.

Iswandy akhirnya mengaku memang membawa kabur ponsel yang rencananya hendak dia beli. Dia kini meringkuk di penjara Polsekta Samarinda Kota.

Dari kasus itu, Purwanto mengimbau siapapun, hendaknya berhati-hati ketika hendak transaksi jual beli, meskipun bertemu langsung dengan pembeli, melalui fasilitas jual beli di medsos.

“Meski janji COD, tetap harus hati-hati, dan waspada jangan sampai tertipu,” kata Purwanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *