Mudik pakai mobil LCGC, dengar kata Pebalap Rifat Sungkar

Akhir pekan ini gelombang arus mudik di Indonesia dimulai. Tradisi pulang kampung merayakan hari raya Idul Fitri sangat jamak dilakukan di Tanah Air. Kendaraan bermotor khususnya roda empat masih menjadi alat transportasi favorit ara pemudik.

Aneka model mobil pun digunakan untuk mudik, mulai dari mobil multipurpose vehicle (MPV) hingga sport utility vehicle (SUV). Tapi tidak jarang mobil low cost green car (LCGC) tampak meramaikan arus mudik tahun ini berdasarkan berbagai faktor dan kondisi.

Pertanyaannya, amankah mudik terutama jarak jauh menggunakan mobil LCGC?

Pebalap nasional Rifat Sungkar berpendapat mudik menggunakan mobil LCGC perlu dicermati risikonya, karena mobil kecil ini didesain sebagai kendaraan untuk perkotaan.

Perlu diingat pada dasarnya mobil LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek, sehinggga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman. Ukuran ban pun kecil, padahal diketahui bersama,

kerusakan jalan banyak bahkan lubang-lubang di jalan-jalan luar kota ukurannya bisa lebih besar daripada ban mobil LCGC. Jadi bisa dibilang faktor risiko menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung sangat tinggi, ungkap Rifat pada Merdeka.com, Minggu (10/6).

Kata dia, sebenarnya bukan mobil LCGC saja jika bicara risiko perjalanan. Karena bahaya bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Apa pun jenis kendaraan yang Anda digunakan, lakukanlah manajemen waktu dengan baik.

Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation, reaction, dan anticipation, ungkap Rifat.

Contohnya, melakukan istirahat 15 menit setelah berkendara selama 3 jam, untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas. Ingat, kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa. Istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar.

Waspada di jalan tol

Rifat juga mengomentari soal jalan tol baru yang mulai dibuka untuk umum. Faktor risiko yang membahayakan dari sebuah jalan tol adalah cross wind atau angin yang bertiup dari samping.

Saya mengimbau bagi Anda yang melewati jalan tol baru untuk selalu waspada, karena biasanya jalan tol baru itu punya titik-titik rawan yang kita tidak tahu di mana. Biasanya, bahaya yang paling mengancam adalah gejala cross wind atau angin samping dan kita tidak akan pernah tahu seberapa kencang angin bertiup ke arah Anda. Jadi mohon untuk jaga kecepatan kendaraan Anda dan patuhilah rambu-rambu di tol.

Terlepas dari itu semua, Rifat mengingatkan untuk selalu mempersiapkan moral kita sebagai pengemudi, karena sebagai pengemudi kita juga bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkut keselamatan di jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *