Mungkinkan Rupiah Kembali ke Level Rp 13.000? Ini Kata Gubernur BI

Pergerakan rupiah yang terus menguat dalam satu minggu terakhri telah membawa rupiah ke level Rp 14.300 per dollar AS. Level tersebut, menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo masih terlalu murah atau di bawah fundamental. Lalu, mungkinkah rupiah kembali menguat ke level Rp 13.000? Saat ditanya mengenai hal itu Perry menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang memengaruhi pergerakan rupiah hingga menguat seperti saat ini setelah sempat menembus Rp 15.200 per dollar AS pada bulan September lalu. “Pergerakan nilai tukar rupiah selalu akan dipengaruhi 3 hal. Satu kondisi fundamentalnya, kemudian kondisi mekanisme pasar, dan faktor-faktor teknikal perkembangan berita yang berkaitan dengan berita global, perkembangan perundingan perdagangan, bagaimana statement Fed maupun sejumlah berita-berita lain,” ujar Perry ketika ditemui awak media di Gedung BI, Jumat (30/11/2018). Baca juga: Perry Warjiyo DIyakini Mampu Jaga Stabilitas Rupiah Dari segi fundamental ekonomi Indonesia, Perry mengatakan, kepercayaan investor semakin meningkat. Berdasarkan data BI, arus modal asing dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang bulan November 2018 telah masuk sebesar Rp 34,2 triliun. Sehingga jika diakumulasikan dari awal tahun, arus modal asing berupa SBN telah masuk sebesar Rp 62,4 triliun. “Alhamdulillah bahwa aliran portofolio asing ke SBN yang memang sejak beberapa bulan lalu masuk dan ini semakin banyak masuk sehingga secara keseluruhan year to date-nya Rp 62,4 triliun dan bulan ini Rp 34,25 triliun,” jelas Perry. Di pasar saham pun aliran investasi protofolio asing mencapai Rp 12,2 triliun sepanjang bulan November. Sehingga secara keseluruhan bulan ini, aliran masuk modal baik dari SBN dan saham sebesar Rp 46,4 triliun. Perry pun meyakini, mulai kembalinya kepercayaan investor asing terhadap kondisi ekonomi Indonesia lantaran kebijakan pemerintah dan upaya BI dalam menjaga stabilitas ekonomi RI. “Dengan aliran modal asing masuk tentu saja itu menambah supply (dollar AS) dan kemudian memperkuat nilai tukar rupiah. Yang confident itu juga tidak hanya terhadap kebijakan tetapi juga conident terhadap bagaimana ekonomi kita terus membaik dengan stabilitas yang terjaga,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *