Nilai valuasi Xiaomi setelah IPO mencapai Rp 776 triliun

Xiaomi akhirnya resmi menjadi perusahaan IPO di Bursa Saham Hongkong, Senin (9/7). Dari itu, nilai valuasi produsen smartphone asal Tiongkok tersebut mencapai USD 54,4 miliar atau setara dengan Rp 776 triliun. Sementara itu, satu lembar sahamnya bernilai 17 HDK atawa Rp 30 ribu.

Informasi tersebut dikutip dari Liputan6.com. Sebelumnya, nilai valuasi ini lebih rendah dibanding yang sebelumnya diperkirakan. Pada Januari 2018 lalu, nilai valuasi Xiaomi bila berhasil IPO diramalkan mencapai USD 100 miliar atau setara Rp 1.000 triliun.

Menurut Lei Jun, CEO Xiaomi, penawaran saham perdana yang dilakukan perusahaannya ini, termasuk salah satu dari tiga perusahaan teknologi global dengan valuasi tertinggi setelah IPO.

“Setelah delapan tahun bekerja keras, Xiaomi segera merasakan keberhasilan dari kerja keras kita. Saat ini, Xiaomi punya 7.000 karyawan yang berkesempatan untuk memiliki saham Xiaomi. Setelah IPO kami juga bisa melihat bagaimana respon para pelaku pasar modal,” kata Jun.

Tidak hanya itu, dia juga mengklaim investasi awal Xiaomi yang dulunya hanya USD 5 juta, saat ini telah kembali 866 kali lipatnya. Sekadar informasi, Lei Jun juga menyebut saat ini Xiaomi masih punya lebih dari 100 ribu investor yang aktif berkontribusi membeli saham Xiaomi.

Di antaranya adalah pebisnis asal Hongkong Li Ka-shing, bos sekaligus pendiri Alibaba Jack Ma, CEO Tencent Ma Huateng (Pony Ma) dan sejumlah pemimpin teknologi dunia lainnya.

“Di masa depan, kami akan selalu mencoba untuk dekat dengan pengguna kami, menghadirkan produk dengan harga yang jujur,

serta berinovasi dengan standar dan kualitas terbaik. Kami akan selalu berkomitmen menjadi brand Tiongkok yang dikenal baik oleh global,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *