Padang Pariaman Kembangkan Konsep Pariwisata 3T Tarik Minat Wisatawan

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengembangkan konsep pariwisata to see, to do, dan to buy (3T) atau melihat, melakukan, dan membeli guna menarik minat wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata di daerah itu.

“Untuk mengembangkan konsep tersebut kami telah melaksanakan sejumlah pelatihan kepada kelompok sadar wisata atau Pokdarwis, dan mereka antusias mengikutinya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman, Jon Kenedi di Parit Malintang, Senin.

Ia menjelaskan konsep tersebut yaitu wisatawan tidak saja melihat keindahan alam di Kabupaten Padang Pariaman, namun juga merasakannya dengan mengikuti paket wisata yang ditawarkan oleh Pokdarwis.

“Jadi wisatawan datang tidak saja melihat namun juga melakukan sesuatu atau menjadi bagian dari objek wisata itu,” katanya.

Hingga sekarang telah banyak paket wisata minat khusus yang ditawarkan oleh Pokdarwis di daerah itu di antaranya Arung Jeram, tracking atau penjelajahan ke Objek Wisata Nyarai, dan penjelajahan dari Bukit Siriah Mountain View ke Danau Maninjau.

“Paket yang ditawarkan tersebut telah mendatangkan banyak wisatawan dan menambah pendapatan warga setempat yang tergabung ke dalam Pokdarwis,” ujarnya.

Sedangkan konsep to buy, lanjutnya yaitu wisatawan membeli keperluan di lokasi selama berkunjung ke objek wisata di daerah itu mulai dari makanan dan minuman hingga cendera mata agar warga setempat dapat merasakan dampak dari berkembangnya objek wisata.

“Dalam konsep membeli ini kita masih mengarahkan ke sana namun secara bertahap warga setempat telah memulainya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Padang Pariaman, Wiwik Herawati mengatakan untuk mengembangkan objek wisata di daerah itu pihaknya tidak saja membangun secara fisik namun juga sumber daya manusia.

“Terakhir kita laksanakan pelatihan pemasangan hammock atau tempat tidur gantung sambil memberikan pencerahan terkait pariwisata kepada pesertanya,”ujar dia.

Ia mengatakan untuk pelatihan dan penyediaan hammock tersebut pihaknya menganggarkan dana senilai Rp15 juta yang diikuti oleh sejumlah Pokdarwis dari objek wisata potensial untuk dipasangkannya tempat tidur gantung tersebut.

Ia menyebutkan adapun Pokdarwis yang mengikuti pelatihan tersebut yaitu dari objek wisata, Nyarai, Bukit Siriah Mountain View, Pantai Tiram, Ketaping, dan Pantai Arga Gasan.

Ia menjelaskan dipilihnya Pokdarwis sebagai objek pelatihan karena kelompok tersebut merupakan ujung tombak dalam pengelolaan objek wisata yang ada di Padang Pariaman yang berbasis kemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *