Pembuatan Film Bom Thamrin Tuai Kritik, Polri Minta Maaf

MOVIES – Pembuatan film dokumenter sepanjang 22 Menit yang menceritakan tragedi Bom Thamrin, pada 14 Januari 2016 silam ternyata tidak mendapat respon positif. Banyak warganet yang menolak film tersebut karena pembuatannya harus menutup ruas jalan simpang Sarinah, Jakarta Pusat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan permintaan maafnya kepada warga masyarakat yang merasa terganggu dengan pelaksanaan syuting film dokumenter yang rencananya akan diangkat ke layar lebar tersebut.

Ledakan Bom SarinahLedakan Sarinah, Thamrin, Jakarta

“Kami mohon maaf dari penyelenggara, syuting ini kita memerlakuan waktu, apalagi menggangu kemarin (Sabtu) dan Minggu lalu kita lihat TKP-nya,” ungkap Setyo di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/2018).

Setyo menjelaskan, film dokumenter itu nantinya diharapkan dapat dijadikan edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap teror yang ancamannya bisa terjadi kapan dan dimana saja.

“tentunya (film 22 menit) dalam rangka sosialisai anti terorisme,” kata dia.

Adapun pembuatan film tersebut menggunakan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR). Namun begitu, setyo kurang mengetahui secara rinci CSR perusahaan apa yang membantu pembuatan film tersebut.

“Sudah ada (izin dari Kapolri),” tegas Setyo.

Syuting film tersebut sempat menggegerkan warganet karena beredar foto sebuah mobil terbalik di kawasan Thamrin. Selain itu, pengalihan arus juga menjadi alasan penolakan dengan tagar #tolakfilm22menit sempat menjadi trending topic di Twitter.

Sekadar informasi, peristiwa ledakan bom Thamrin itu terjadi pada 14 Januari 2016 silam. Tepatnya di parkir Menara Cakrawala, atau gedung sebelah utara Sarinah dan sebuah pos polisi depan gedung tersebut. Sedikitnya 8 orang dilaporkan tewas termasuk pelakunya.

(fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *