Penduduk Israel Serang Sekolah Palestina di Tepi Barat

Sejumlah penduduk Israel menyerang sekolah warga Palestina yang berlokasi di Desa Urif, Nablus, wilayah utara Tepi Barat yang diduduki Israel, kemarin.

Penyerangan ini diungkapkan Kepala Dewan Desa Urif, Mazen Shehada.

“Sekelompok penduduk Israel menyerang sekolah menengah di Desa Urif yang berada di bawah perlindungan pasukan pendudukan,” katanya kepada Quds Press dilansir dari Middle East Monitor, Senin (11/2).

Shehada menerangkan, bentrokan pecah antara pemukim ilegal dan siswa sekolah, ketika pasukan Israel menembakkan peluru baja berlapis karet, dan menembakkan gas kepada para siswa.

Konflik ini menyebabkan munculnya penyakit sesak nafas karena dampak gas air mata menginfeksi saluran pernapasan.

Shehada mengatakan, siswa terluka segera mendapat perawatan di tempat kejadian. Para siswa lainnya kemudian dievakuasi.

Ini bukan pertama kalinya sekolah menengah Urif diserang oleh penduduk Israel. Kota-kota dan desa-desa Palestina di daerah Nablus dikelilingi pemukiman dan pos-pos ilegal Israel, banyak di antaranya dilindungi oleh militer Israel.

Antara 500.000 dan 600.000 warga Israel tinggal di permukiman khusus Yahudi di seluruh Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang melanggar hukum internasional.

Pada hari yang sama, tentara Israel juga dilaporkan menangkap seorang warga sipil Palestina karena menyeberangi perbatasan Jalur Gaza dengan cara berenang.

Koran Israel, Yedioth Ahronoth mengatakan warga Palestina itu dibawa untuk diinterogasi tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Otoritas Israel, belum menanggapi insiden penangkapan ini. Berdasarkan data statistik resmi, sejumlah warga Palestina yang menjadi tahanan Israel mencapai 6.000, termasuk 270 anak-anak dan 52 perempuan.