Perpisahan dengan Madrid membuat James depresi

Bos Bayern Munchen Jupp Heynckes mengungkapkan bahwa James Rodriguez sempat merasa depresi setelah meninggalkan Real Madrid.

Musim lalu pemain asal Kolombia ini sering ditepikan oleh Zinedine Zidane. Ia hanya sempat jadi starter di liga sebanyak 13 kali saja.

Oleh karena itulah, pada musim panas kemarin ia diizinkan untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Pada akhirnya ia memilih untuk gabung Bayern Munchen setelah dikait-kaitkan dengan sejumlah klub di penjuru Eropa.

James pindah ke Bayern dengan status pinjaman lebih dahulu selama dua tahun. Setelah pindah ke klub raksasa Bundesliga itu, awalnya ia memang sempat menjalani start yang kurang bagus.

Akan tetapi, James kemudian bisa bersinar setelah Heynckes menggantikan Carlo Ancelotti pada bulan Oktober lalu. Heynckes pun mengaku bahwa ia membantu pemain berusia 26 tahun itu untuk bangkit dari keterpurukanya.

“Ia sedikit depresi. Saya merawatnya, saya banyak berbicara dengannya, dan selangkah demi selangkah ia menemukan kepercayaan dirinya,” bebernya seperti dilansir Sportsmole.

“Ia lebih santai dalam tim. Penggemar kami di sini, ketika mereka melihatnya bermainĀ sepakbola, mereka menikmatinya. Di atas segalanya ia adalah pemain yang memiliki fantasi, memiliki gambaran. Ia lebih berpikiran terbuka dan memberi kesan ia merasa baik dan telah beradaptasi di Munich,” serunya

“Saya pikir ini adalah yang paling mendasar. Ia telah belajar bahasa Jerman, tetapi seperti yang Anda ketahui dengan para pemain berbahasa Spanyol, sulit bagi mereka untuk belajar (bahasa Jerman). Tetapi saya dapat berbicara dengannya,” tandasnya.

Sejauh ini, James sudah tampil sebanyak 34 kali bagi Bayern di semua ajang kompetisi. Ia menyumbangkan enam gol plus 12 assist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *