Ratusan Imigran Meksiko Ingin Terobos Blokade, Trump Ancam Tutup Semua Perbatasan

Beberapa gambar dan video yang diunggah di media sosial pada Minggu (25/11) sore, menunjukkan ratusan imigran yang berasal dari Amerika Tengah sedang berusaha mendorong pasukan polisi anti huru-hara Meksiko agar mereka dapat melintasi perbatasan di pelabuhan San Ysidro, California, seperti dikutip dari Fox News Network, Senin(26/11).

Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP), mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan penyeberangan ke utara dan selatan untuk pejalan kaki dan kendaraan di pelabuhan masuk San Ysidr dari sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat.

Kemudian dalam akun Twitternya CBP mengatakan, area penyeberangan para pejalan kaki telah dibuka kembali, kurang lebih dari empat jam setelah penutupan awal.

Jalur kendaraan dibuka kembali sekitar pukul 5 sore. waktu setempat, lima setengah jam setelah ditutup.

CBP menambahkan, beberapa pengunjuk rasa memaksa untuk masuk secara paksa ke Amerika Serikat melalui jalur kendaraan dari utara maupun selatan di pelabuhan. Namun, orang-orang itu dicegah dan kembali ke Meksiko.

Agen perbatasan Amerika Serikat itu juga melepaskan beberapa kali tembakan gas air mata setelah para imigran berusaha menembus berbagai titik di sepanjang perbatasan dan melemparkan batu saat dihalangi.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen dalam pernyataannya mengatakan beberapa imigran berusaha menembus pagar bangunan di sepanjang perbatasan dan berusaha melukai personel CBP dengan melemparkan proyektil pada mereka.

“Seperti yang telah saya katakan, Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak akan menoleransi jenis pelanggaran hukum ini dan tidak akan keberatan untuk menutup seluruh pintu gerbang demi alasan keamanan publik.

Kami juga akan mengusut secara penuh dengan hukum bagi siapapun yang menghancurkan properti federal, dan membahayakan anggota pasukan di garis depan, atau yang melanggar kedaulatan negara,” kata Nielsen.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut lemparan batu dari para imigran sama dengan senjata api dan layak dihadapi dengan sikap tegas.

“Kami tidak akan tahan dengan aksi para imigran itu, mereka ingin melemparkan batu kepada anggota militer, maka anggota militer kita melawan balik.

Saya katakan pada mereka anggap itu sebuah senapan, seperti waktu mereka melemparkan batu pada militer dan polisi Meksiko,” kata Trump.

Ketegangan di perbatasan kian meningkat ketika pemerintah Meksiko menolak kesepakatan dengan Gedung Putih untuk mencegah pencari suaka di negaranya, sementara klaim mereka diproses melalui pengadilan imigrasi Amerika Serikat.

Presiden Trump lagi-lagi mengancam ingin menutup seluruh perbatasan selatan jika tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai antara AS dan Meksiko.