Ratusan WNI cari suaka di AS karena ingin mengadu nasib di luar negeri

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan utama bagi para imigran sebagai negara ketiga. Tidak hanya warga dari negara lain, warga negara indonesia pun banyak yang tertarik untuk menjadi warga negara AS.

Hingga saat ini tercatat kurang lebih ada 150.000 WNI yang menetap di AS. Ratusan di antaranya berusaha mencari suaka ke AS untuk beberapa alasan tertentu.

“Banyak WNI berusaha mencari suaka ke AS. Sebenarnya alasan mereka semata-mata karena ingin bekerja di AS atau mencari kehidupan yang mungkin lebih baik,” kata Direktur Perlindungan WNI dan badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri RI,¬†Jakarta¬†Pusat, Rabu (11/7).

Iqbal menuturkan pihaknya sendiri tidak mengetahui jika ada WNI yang ingin berpindah kewarganegaraan. Sebab, biasanya WNI yang mencari suaka itu tidak meminta pendampingan dari badan perwakilan RI di AS.

Kantor perwakilan baru akan mengetahui jumlah atau data dari WNI yang ingin mencari suaka ke AS apabila mendapat pemberitahuan dari negara setempat saat permintaan suaka ditolak.

“Kita tidak tahu siapa yang mengajukan suaka karena itu adalah data rahasia pemerintah setempat. WNI juga tidak akan mengajukan bantuan kepada perwakilan kita jika ingin pindah kewarganegaraan,” beber Iqbal.

“Namun pihak kita bisa tahu WNI ini mencari suaka ketika pemerintah AS meminta dokumen perjalanan kepada perwakilan kita untuk memulangkan WNI saat permohonannya ditolak,” lanjutnya.

Iqbal pun menjelaskan setelah mendapat permintaan dokumen perjalanan bagi WNI yang bersangkutan, perwakilan RI akan meminta akses kekonsuleran kepada WNI tersebut.

“Tujuannya agar tidak salah paham. Untuk memastikan bahwa paspor yang dipegang oleh WNI itu benar-benar miliknya dan baru setelah itu bisa kita pulangkan,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Iqbal, ada beberapa WNI yang permohonan suakanya dikabulkan oleh pemerintah AS. Namun ada banyak juga yang ditolak.

Biasanya, mereka yang ditolak atau dibatalkan suakanya karena telah melakukan beberapa hal antara lain, memberikan fakta yang tidak sesuai saat dimintai keterangan, pulang ke negara asal saat permohonan sedang diproses, atau melakukan tindakan kriminal di negara setempat.

“Seperti kita tahu, untuk mendapat suaka, para stateless atau pencari suaka di AS harus menunjukkan problem di negara asal yang membuat mereka tidak bisa pulang, seperti masalah ekonomi, agama, ras, atau hukum. Mereka berusaha membuktikan bahwa akan ada masalah jika mereka pulang,” papar Iqbal.