RI jadi anggota DK PBB, Wiranto harap masyarakat jaga kepercayaan dunia

Indonesia kembali terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Indonesia memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB dalam sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York.

Terkait hal itu, Menko Polhukam Wiranto, berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kepercayaan dunia. Menurut dia, Indonesia harus bersyukur karena telah mendapat kepercayaan dari dunia Internasional untuk menjalankan politik luar negeri sesuai dengan amanat konstitusi.

“Selain bersyukur tentunya kita juga harus bersatu padu memberikan dukungan kepada pemerintah dalam rangka menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan dunia internasional kepada Indonesia,” ucap Wiranto dalam keterangan persnya diJakarta, Kamis (14/6).

Dia menuturkan, dijadikannya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB merupakan prestasi yang sangat besar. Karena membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa dan tidak mudah, serta cukup panjang untuk memberikan keyakinan kepada negara-negara lain untuk memilih Indonesia sebagai salah satu Anggota Tidak Tetap DK PBB.

“Kita mengapresiasi kerja keras dan sinergi dari Kementerian Luar Negeri beserta seluruh jajaran Kabinet Kerja yang telah berhasil meyakinkan dunia internasional akan peran-peran politik luar negeri Indonesia yang secara konsisten dan bersungguh-sungguh ikut menjaga ketertiban dunia,” ungkap Wiranto.

Dia menyebut, dengan terpilihnya Indonesia, maka ada harapan bahwa Indonesia bisa berperan lagi untuk memberikan solusi dunia yang terkadang penuh dengan konflik. Dirinya pun mengingatkan, sebelum menjadi anggota DK PBB, Presiden Joko Widodo atau Jokowi selalu membuat kebijakan yang menempatkan Indonesia sebagai negara penengah, pendamai dan membangun suatu stabilitas kawasan di suatu wilayah.

“Saat ini di Afganistan, Indonesia tengah diminta mendamaikan konflik yang sudah berlangsung selama 40 tahun. Alhamdulillah tanggapan pihak-pihak yang berkonflik sangatlah positif dan sampai hari ini sedang berproses. Indonesia juga terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan di Rakhine State yang sifatnya berkelanjutan, inklusif dan dapat memberikan pemberdayaan kepada masyarakat setempat,” kata mantan Panglima ABRI tersebut.

Dia juga mengingatkan, keberhasilan Indonesia menjadi anggota, tak lepas bagian dari politik dan diplomasi luar negeri yang total dan sinergis. Menteri Luar Negeri beserta jajarannya, para Duta Besar RI di seluruh dunia, termasuk pejabat kementerian yang melakukan kunjungan ke negara-negara sahabat, selalu menyampaikan misi tersebut secara konsisten dan elegan.

“Dalam setiap kunjungan bilateral dan multi lateral yang dilakukan oleh Kemenko Polhukam, seperti ke India, Rusia, Myanmar, dan beberapa negara di Kepulauan Pasifik, secara persuasif dan elegan selalu disampaikan misi politik luar negeri agar Indonesia dapat menjadi menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Alhamdulillah kerja keras seluruh anggota Kabinet yang dimotori oleh Kementerian Luar Negeri akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *