Rusia ingin mengakhiri 70 tahun sengketa Pulau Kuril dengan Jepang

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia ingin negaranya menandatangani perjanjian damai dengan Jepang tahun ini.

Rusia secara formal mengakhiri permusuhan dengan Jepang yang dimulai sejak Perang Dunia II atas beberapa pulau.

Putin mengatakan itu kemarin saat forum ekonomi di Kota Vladivostok, sebelah Timur Rusia, saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

“Ide tersebut baru saja muncul di kepala saya. Mari kita simpulkan perjanjian damai sebelum tahun ini berakhir, tanpa adanya prasyarat, ungkap Putin saat sesi tanya jawab dalam forum yang disambut tepuk tangan hadirin, seperti dilansir dari Aljazeera (13/09).

Permusuhan antara Rusia dan Jepang sudah dimulai lebih dari 70 tahun lalu. Uni Soviet menduduki lokasi strategis deretan pulau Kuril di akhir Perang Dunia II pada 1945.

Kedua negara mengklaim 4 pulau diketahui sebagai Kuril Selatan di Rusia dan Teritori Utara di Jepang. Karena saling klaim itu kedua negara menolak menandatangani perjanjian damai.

Abe tidak merespons komentar Putin, tetapi Sekretaris Kepala Kabiner Yoshihide Suga kemudian mengatakan klaim teritorial harus diselesaikan antara dua negara sebelum perjanjian ditandatangani.

Putin dan Abe telah mengadakan beberapa pertemuan sebelumnya untuk menyelesaikan sengketa Pulau Kuril.

Tahun lalu Jepang memutuskan akan memperluas kapasitas rudal di daerah strategis dan keputusan itu membuat Rusia khawatir.