Rusia Panggil Diplomat Ukraina Atas Insiden Penyitaan Kapal di Selat Kerch

Pemerintah Rusia memanggil diplomat Ukraina usai terjadi konfrontasi antara angkatan laut kedua negara di Selat Kerch pada Minggu (25/11).

Pemanggilan itu dilakukan untuk membahas insiden secara terperinci, sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia RIA.

diplomat tersebut tampak memasuki Kementerian Luar Negeri pada Senin (26/11). Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai pemanggilan itu dan hasil didapat dari pertemuan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Rusia menyita dua kapal yang berlapis baja milik Ukraina dan sebuah kapal penarik, yang diklaim secara ilegal telah memasuki perairan teritorial milik Rusia tepatnya di Semenanjung Krimea.

Pasukan juga menembaki kapal hingga melukai enam prajurit Ukraina.

Namun, pihak Ukraina mengatakan kapal-kapalnya tidak melakukan kesalahan dan menuduh Rusia melakukan agresi militer.

Atas kejadian itu Parlemen Ukraina memberlakukan darurat militer selama 30 hari di negaranya.

Dalam rapat darurat majelis rendah Verkhovna Rada digelar pada Senin (26/11), sebanyak 276 anggota parlemen memberikan suara untuk mendukung proposal dari Presiden Petro Poroshenko tersebut.

Dengan diberlakukannya darurat militer, maka pemerintah Ukraina akan menerapkan beberapa tindakan drastis jika dianggap perlu mulai dari menempatkan larangan pertemuan publik,

membatasi kebebasan media, membatasi pergerakan warga negara Ukraina serta warga negara asing dan menangguhkan pemilihan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *