Rusia Sita Tiga Kapal Ukraina di Laut Hitam

Rusia kemarin menyita tiga kapal laut Ukraina di perairan Krimea setelah sebelumnya menembaki ketiga kapal itu dan melukai beberapa pelaut Ukraina.

Kapal yang disita itu adalah dua kapal bersenjata artileri Berdyansk dan Nikopol serta satu kapal penarik Yani Kapu.

Aparat keamanan (FSB) Rusia hari ini mengatakan patroli perbatasan mereka menyita tiga kapal laut Ukraina di Laut Hitam.

FSB mengatakan mereka terpaksa melakukan itu karena dua kapal Ukraina dan satu kapal penarik telah memasuki wilayah perairan mereka secara ilegal dan mengabaikan peringatan.

“Senjata kami gunakan untuk memaksa kapal Ukraina itu berhenti,” kata pernyataan FSB yang dikutip media pemerintah Rusia, seperti dilansir laman France24, Senin (26/11).

“Akibatnya tiga kapal Ukraina disita di wilayah perairan Federal Rusia di Laut Hitam.”

FSB juga menuturkan tiga pelaut Ukraina terluka dalam insiden itu dan kini sudah mendapat perawatan. Nyawa mereka tidak terancam.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Ukraina melanggar hukum internasional, termasuk hukum laut internasional.

Ukraina menyangkal kapal mereka berbuat salah dan menuding Rusia melakukan agresi. Ukraina mendesak komunitas internasional menghukum Rusia atas kejadian ini.

Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyerukan kedua pihak menahan diri dan menyerukan segera diadakan pertemuan dengan pihak Ukraina.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan insiden ini akan dibahas dalam Dewan Keamanan PBB hari ini.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko membahas masalah ini dengan para petinggi militernya dan mengatakan dia akan mengajukan darurat militer kepada parlemen.

Rusia pada 2014 merebut Krimea dan membangun jembatan menghubungkan wilayah itu dengan sebelah selatan Rusia di atas Selat Kerch, perairan sempit yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Azov.

Rusia menghentikan tiga kapal Ukraina itu memasuki Laut Azov dengan menempatkan kapal kargo di bawah jembatan.

Reuters melaporkan Rusia mengerahkan sedikitnya dua jet tempur Sukhoi untuk mengawal kawasan itu.

Stasiun televisi Rusia mengatakan helikopter perang juga dikerahkan ke kawasan itu.