Sajian kopi khas Bali ala internasional diserbu wisman

Kopi Indonesia selalu mendapat tempat bagi wisatawan mancanegara. Hal ini juga terlihat saat Bali Amazing in Good Spirit Festival 2018, di Main Atrium Lippo Mall Kuta Bali, Kamis (21/9). Wisatawan sibuk menikmati sajian kopi khas Bali dengan sentuhan Internasional.

Event ini dibuat Aplikasi Manajemen (APM) dari program studi Management Kovensi dan Perhelatan (MKP) semester 3 STP Bali. Mereka membuat sajian kopi khas Bali menjadi sangat istimewa.

Tidak hanya itu, ada beberapa kompetisi. Diantaranya Manual Brew Competition, Late Art Competation, dan Mixology Competation. Kompetisi ini menghadirkan juri Stephani Christanti dari Missibu Bali, Rifka Hamanda dari Bc Street Coffee dan Vito Adi Tjandrasurja dari Sensa Koffie.

“Kita melihat potensi yang dimiliki Pulau Bali, dan besarnya jumlah kopi yang diproduksi setiap tahunnya. Selain itu, kopi asli Bali tidak kalah dari daerah lain. Ditambah dengan tingginya minat masyarakat akan kopi. Hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Bali,” ujar Gede Dipa Agastya, panitia event Bali Amazing in Good Spirit Festival 2018.

Dipa menyebut, kegiatan kali ini merupakan kolaborasi. Antara STP Nusa Dua Bali jurusan Manajemen Konvensi & Perhelatan (MKH) 2015 dengan Indonesia Barista Association (IBA) dan Asosiasi Bartender Indonesia (ABI).

“Event ini merupakan The First Coffee Mixology event in Bali. Dan mempertemukan produsen kopi lokal Bali dengan konsumen serta penggiat bisnis kopi. Sekaligus, mempromosikan kopi lokal Bali kepada wisatawan lokal dan mancanegara,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ada juga beberapa program kegiatan seperti eksibisi produkproduk terbaru dari produsen kopi. Workshop mengenai kopi serta mixology yang akan dibawakan oleh para pembicara. Ada juga Cupping Session dan Entertainment dari band akustik. Serta, guest star yang akan meramaikan dan menghibur pengunjung yang hadir.

“Event ini sangat bermanfaat bagi orang banyak khususnya untuk penikmat coffee dan minuman beralkohol. Di event ini dapat kita simak bagaimana seni coffee, cara membuat coffee yang enak dan kita dapat melihat biji coffee berkualitas sampai mesin canggih untuk membuat sebuah coffee yang enak,” kata Dipa.

Ketua STP Nusa Dua Bali, Dewa Gede Byomantara, menilai ada menfaat dari event ini.

“Kami dapat mempelajari langsung apa itu coffee dan minuman beralkohol. Baik dari cara memilih bahan yang tepat, cara pembuatannya, seninya, sampai cara penyajiannya. Benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat umum yang terbiasa meminum coffee sachet atau coffee biasa, yang suka minum beer sampai wine,” ujar pria yang akrab disapa Byo itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah STB Bali yang mempromosikan kopi lokal dengan sentuhan internasional. Menteri yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik itu menyebut, Indonesia selalu diminta menghadirkan stand kopi dalam acara pameran internasional. Seperti di ITB Berlin.

“Saat pameran kita selalu membuat tema. Pada saat ITB Berlin beberapa waktu lalu. Temanya adalah kopi dari setiap daerah, kopi Bali, Kintamani. Populer sekali di sana, stand yang lebih ramai adalah stand kopi Bali banyak diserbu pelanggan terutama orang-orang Eropa,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *