Sederet fakta tak terduga saat Kim Jong-un tiba di Singapura

DUNIA – Pemimpin Korea Utara kemarin tiba di Singapura untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertemuan bersejarah itu rencananya akan membahas soal denuklirisasi Semenanjung Korea dan imbalan bantuan atau pencabutan sanksi ekonomi bagi Korea Utara.

Menurut keterangan Gedung Putih, Presiden Trump akan berjumpa dengan PM Lee hari ini. Dia tiba di Pangkalan Udara Paya Lebar pukul 20.35 tadi malam dan menginap di Hotel Shangri-La.

Kedua pemimpin negara itu akan bertemu di Hotel Capella di Pulau Sentosa besok.

Rombongan Trump yang menumpang pesawat Air Force One termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Penasihat Keamanan John Bolton, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly dan Kepala Humas Gedung Putih Sarah Sanders.

Pertemuan kedua pemimpin ini akan sangat penting, dan Trump mengatakan kepada wartawan kemarin dia yakin sudah bisa menerka apakah Kim benar-benar bersedia melucuti nuklirnya di menit-menit awal menit perbincangan mereka nanti.

“Soal itu masih belum diketahui, masih benar-benar misteri,” ujar Trump dalam pertemuan negara G7 di Quebec, Kanada dua hari lalu.

Sejumlah fakta tak terduga mewarnai kedatangan Kim di Singapura kemarin. Apa saja fakta-fakta itu, berikut rangkumannya:

 

1. Kim tiba dengan pesawat Air China, bukan jet pribadi Ilyushin-62

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Singapura kemarin pukul 14.30 waktu setempat. Kim menumpangi pesawat Boeing 747 milik maskapai Air China. Sebelumnya sejumlah pengamat dan laporan menyebut Kim menumpangi jet pribadi buatan era Uni Sovyet Ilyushin-62.

Begitu mendarat di Bandara Changi Kim disambut oleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrishnan dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung.

Kim tampak tersenyum lebar sambil menjabat erat tangan Balakhrishnan.

 

2. Biaya pertemuan Trump-Kim Jong-un mencapai Rp 207 miliar, ditanggung Singapura

 Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loon hari ini mengatakan biaya yang perlu dikeluarkan Singapura sebagai tuan rumah pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencapai Rp 207 miliar.

Menurut Lee, dengan menjadi tuan rumah pertemuan besar ini maka Singapura akan mendapat nama baik di mata dunia internasional.

“Dalam konteks dampak langsung, pertemuan ini akan membuat nama Singapura makin dikenal,” kata dia kepada media Singapura di Media Centre Internasional, seperti dilansir laman Channel News Asia, Minggu (10/6).

“Fakta bahwa kita sudah dipilih jadi tempat pertemuan, kita tidak minta, menggambarkan bagaimana hubungan Singapura dengan kedua pihak dan posisi kita komunitas internasional.”

PM Lee menambahkan, dari sudut pandang Singapura, pertemuan Trump dan Kim ini diharapkan memberikan hasil positif dan memberikan suasana kondusif bagi kestabilan dan keamanan di kawasan.

“Ketika kedua pihak meminta kami jadi tuan rumah, kami tak bisa menolak. Kami harus menyanggupi dan kami mampu.”

Lee memastikan Singapura akan menggelontorkan dana sebesar Rp 207 miliar untuk pertemuan ini.

“Kami bersedia membiayainya dan ini jadi kontribusi kami bagi upaya internasional yang sesuai dengan kepentingan kami,” kata dia.

3. Warga Singapura antusias sambut kedatangan Kim Jong-un

 Warga Singapura kemarin berkerumun di pinggir-pingir jalan menunggu kedatangan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang baru mendarat di Bandara Changi pukul 14.30.

Setelah disambut Menteri Luar Negeri Singapura Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrishnan dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung, Kim melanjutkan perjalanan menuju hotel St Regis menumpangi mobil limusin berwarna hitam yang dikawal petugas keamanan.

Di sepanjang perjalanan warga Singapura sudah menunggu sambil mengangkat tinggi-tinggi ponsel mereka untuk mengabadikan saat-saat ketika pemimpin Korut dan rombongannya melintas di depan mata mereka.

Polisi bahkan sampai harus memasang garis aman tambahan demi kelancaran perjalanan iring-iringan rombongan Kim Jong-un itu.

 

4. Senyum hangat dan jabat erat warnai pertemuan PM Singapura dan Kim Jong-un

 Senyum lebar dan jabat tangan erat menandai pertemuan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sore tadi. Singapura akan menjadi tuan rumah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim Jong-un besok lusa.

Dibantu masing-masing penerjemah, Kim dan Lee saling memberi sambutan hangat di Istana.

“Seluruh dunia tertuju pada pertemuan bersejarah antara DPRK dan AS, terima kasih atas ketulusan Anda kami bisa merampungkan persiapan untuk pertemuan ini dan saya ingin mengucapkan terima kasih untuk itu,” ujar Kim kepada Lee, seperti dilansir laman the Straits Times, Minggu (10/6).

Jika pertemuan ini sukses, kata Kim, maka nama Singapura akan tercatat dalam sejarah.

Lee membalas dengan mengatakan, “Terima kasih atas kedatangan Anda di Singapura. Terima kasih karena sudah meminta untuk mengadakan pertemuan di Singapura.”

PM Lee juga menuturkan Singapura sudah mengikuti perkembangan di Semenanjung Korea sejak lama.

“Kami menyaksikan perjuangan dan pengorbanan rakyat Korea,” kata dia.