Sodomi 3 bocah, Raden mengaku dendam karena pernah jadi korban

Raden Pintar Jaya (32), honorer kantor Lurah Mesjid di Samarinda, Kalimantan Timur, ditahan polisi terkait pengakuan dia menyodomi tiga anak di bawah umur. Dia mengaku dendam, lantaran sebelumnya saat duduk di bangku kelas 6 SD, pernah jadi korban sodomi.

Tidak ada rasa penyesalan yang terlihat di wajah Raden, saat merdeka.com menemui Raden. Hanya mengenakan celana pendek, pria berperawakan kurus dan berambut ikal itu bercerita alasan dia menyodomi 3 bocah.

Ketiga anak itu, memang sebelumnya kerap bermain di halaman kantor Lurah Mesjid. Pengakuannya, begitu diajak ketiga anak itu untuk disodomi, Raden tidak menolaknya.

“Karena saya pernah jadi korban (sodomi) juga Pak, waktu kelas 6 SD. Jadi ya begitu (balas dendam),” kata Raden, berbincang bersama merdeka.com, di Mapolsekta Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu (14/4).

Perbuatan itu, dilakukan Raden, saat pegawai kelurahan sudah pulang ke rumah masing-masing. Ketiga korban, menjadi korban sodomi Raden, masing-masing satu kali, meski waktunya tidak bersamaan.

“Karena saya kan pegang kunci kantor dan ruangan Pak. Iya, saya lakukan itu karena kantor sudah kosong,” ujar Raden, yang sehari-harinya bertugas sebagai petugas kebersihan kantor Lurah.

Polisi telah mengamankan celana panjang yang dipakai Raden, saat menyodomi ketiga anak itu. Penyidik juga terus mencari barang bukti lainnya, untuk memperkuat penyelidikan dan penyidikan.

“Dia (Raden Pintar Jaya) ini, pengakuannya punya penyimpangan seksual sejak SMP. Perilakunya seperti gay. Itu keterangan sementara ya,” kata Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi, dikonfirmasi merdeka.com.

Merdeka.com, sekitar pukul 16.30 WITA sore ini tadi, menelusuri lokasi kantor Lurah Masjid, di Jalan KH Mas Penghulu, Samarinda. Kantor itu, jadi saksi bisu Raden memperdaya 3 anak laki-laki.

Di sekitar kantor lurah yang rimbun dengan pepohonan itu, memang terlihat anak kerap bermain. Selain kantor lurah sendiri, di sebelahnya juga terdapat tempat pertemuan balai terbuka. Tidak ada orang di kantor itu, mengingat hari ini hari libur kerja.

Diketahui, Raden datang menyerahkan diri ke Mapolsekta Samarinda Seberang, Jumat (3/4) siang kemarin, lantaran khawatir diamuk warga. Dia mengaku telah menyodomi 3 anak bawah umur, di ruang kerja Lurah Mesjid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *