Surabaya akan kembali kirim relawan dan bantuan untuk korban gempa Sulteng

 bibirlonte.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali akan memberangkatkan sejumlah relawan untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Gonggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada 21 Oktober 2018, mendatang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya sudah memberangkatkan 16 truk bantuan dan 28 relawan ke lokasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Nanti sekitar 21 Oktober 2018, kami akan kembali memberangkatkan bantuan lagi ke sana. Relawan yang ada di sana akan pulang untuk diganti dengan relawan baru,” katanya di Surabaya, Kamis (18/10).

Risma memastikan bahwa relawan yang dikirim ke lokasi gempa dan tsunami itu sudah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik. Bahkan, selama berada di lokasi, tidak ada halangan dan dapat bekerja serta membantu para korban dengan baik.

“Teman-teman (relawan Pemkot Surabaya) bekerja di sana nyaman sekali dan tidak ada gangguan apapun,” katanya.

Menurut dia, mereka bekerja keras membantu para korban. Awalnya, yang sangat dibutuhkan memang dokter bedah, sehingga pada saat itu dokter bedah yang ikut menjadi relawan bekerja hingga pukul 01.00 dini hari.

Kebetulan, lanjut dia, yang menjadi tempat lokasi bedah adalah rumah sakit yang ditinggalkan oleh para dokternya setelah gempa dan tsunami. “Nah, rumah sakit itu dibersihkan lalu dijadikan tempat bedah oleh teman-teman. Mereka juga menghidupkan puskesmas di sana untuk membantu mengobati para korban,” katanya.

Wali Kota Risma menambahkan meskipun sudah beberapa minggu lalu terjadinya gempa, namun kebutuhan akan makanan sangat tinggi. Makanya, kata dia, pada pengiriman bantuan tahap kedua ini akan dikirim sekitar 30 ton beras dari Surabaya. Selain itu, nanti juga akan dikirim genset, tenda dan juga tendon air.

Oleh karena itu, Risma mengajak kepada warga Kota Surabaya yang belum menyalurkan bantuannya untuk korban gempa Palu dan sekitarnya untuk segera membantu juga.

“Mari bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang ada di Palu, Sigi, dan Gonggala. Lebih baik tangan di atas dari pada di bawah. Lebih baik membantu dari pada dibantu,” katanya.

Risma mengatakan pihaknya menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 450 juta lebih dari pihak swasta untuk disalurkan kepada korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Gonggala.

Bantuan uang itu berasal dari Dharmawanita Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebesar Rp 151.500.000, dari Ikatan Guru Taman Kanan-kanak Indonesia sebesar Rp 200.381.000, dari Yayasan Suryani Setyadi dan Happy Puppy Grup sebesar Rp 100 juta. Bahkan, ada pula bantuan 6 ribu kaleng Khong Guan Biskuit 650 GR.

Ia mengatakan bantuan uang tersebut akan dibelikan barang-barang dan juga beras yang sangat dibutuhkan di lokasi gempa. “Sisanya, kami ingin membangun atau nanti memperbaiki sebuah sekolah di sana, nanti kita lihat lebih detail kebutuhannya,” katanya. [ded]