Tanjung SUCA 4, Komika Berkepala Miring Yang Kerap Diomongin Orang

Persona yang dibawakan oleh para komika adalah keresahan yang jujur. Betul-betul nggak bisa bohong, Tanjung bawakan persona sebagai seorang lelaki berkepala miring. Ia mengaku sejak lahir memang kepalanya begitu. Sebab itu ia fasih banget paparkan suka duka jadi orang dirinya yang berkepala miring.

Salah satunya tentang bagaimana saat ia cukur rambut. Dengan santainya, Tanjung ceritakan ia kerap dikira mengantuk gara-gara kepalanya miring. Bahkan saat mencukur, tukang cukurnya harus punya trik khusus. “Akhirnya diangkat kursinya trus diganjel pakai tukang cukur yang lagi nganggur,” tukasnya yang langsung disambut tawa.

1. Tukang Cukur

Cerita soal tukang cukur itu ditampilkan Tanjung pada penampilannya di babak 40 besar. Gara-gara bit tersebut, Soimah memprediksi Tanjung akan sanggup mengeksplor banyak hal untuk diolah jadi materi. Namun ternyata dugaan itu salah. Yup, di babak 20 besar, prediksi itu meleset.

Tanjung memulai setnya dengan pengalaman diomongin orang. Sebagai difabel, tentu kondisi Tanjung yang berbeda itu bikin orang heran. Ia lanjutkan lawakannya dengan materi soal interaksinya dengan para peserta menjelang persaingan yang makin sengit.

2. Kehabisan Materi

Itu semua dinilai para juri kurang lucu dan dianggap Tanjung sudah kehabisan materi. “Gue ngerasa lu udah kehabisan materi. Mulai nyarinya tuh berasa aja lu susah nyari materinya. Tanjung, buat gua ini bener-bener mengkhawatirkan sih,” tukas Raditya Dika.

Senada dengan Radit, Soimah buktikan prediksinya meleset. Ia bahkan akui itu secara terang-terangan. “Saya agak kaget ya dengan penampilanmu malam ini soalnya kalau nggak salah saya waktu itu pernah komentar ke kamu bahwa saya yakin Tanjung ini nggak bakal kehabisan bahan,” ujarnya.

Sementara Abdel menggarisbawahi pada penyampaian Tanjung yang kurang ciamik. “Ngomongnya terlalu banyak belibetnya. Grogi nggak sih? Cuma kayaknya materinya masih belum mateng jadi ngomongnya juga belibet, apalagi di closing,” ujar lelaki yang kerap jadi rival Pak Jarwo ini.

Mengamini Abdel, Ge Pamungkas bahkan rindu pada penampilan Tanjung yang dulu. “Materinya jadi ancur gara-gara deliverynya. Kalau gua sih kangen sama kejahilan lu yang dulu-dulu,” kata Ge.

Semua kritik di atas lantas mengantarkan Tanjung pada gantung mic. Padahal sebagai mentor, David Nurbianto sudah berjanji pada Tanjung untuk membalas kekurangan setnya malam itu (27/9). Yup, David merasa turut bertanggung jawab atas Tanjung. Namun sayang kesempatan itu nggak terlaksana. Semoga Tanjung bisa tetap berkarya di panggung-panggung yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *