Tips penting cegah serangan ransomware

Malicious software (malware, software berbahaya), merupakan program untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer, yang mencakup ransomware, virus, worm dan spyware.

Ransomware sendiri merupakan jenis serangan siber yang mengalami pertumbuhan paling besar pada 2017, yakni mencapai 350 persen year on year.

Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana, mengatakan penjahat siber biasanya menyebarkan ransomware untuk menargetkan perusahaan-perusahaan.

Tujuannya antara lain bukan hanya untuk mendapatkan uang, tapi juga bisa disebabkan adanya perbedaan ideologi atau ingin mendapatkan informasi tertentu.

Ransomware memiliki arti software berbahaya yang dapat mengunci data dan komputer pengguna, kemudian penjahat siber akan meminta tebusan untuk pengembalian data.

“Sebagian besar serangan ini menargetkan perusahaan-perusahaan, jarang individu. Hal ini karena biasanya, serangan ransomware memiliki motivasi berbeda-beda,” jelas Hendra.

Agar bisa terhindar dari serangan ransomware, kata Hendra, pengguna komputer baik pribadi atau karyawan sebuah perusahaan, harus selalu berhati-hati.

Berikut tips dari Dimension Data agar dapat terhindar dari serangan ransomware.

1. Tidak menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja

Sebaiknya karyawan perusahaan tidak menggunakan perangkat pribadinya untuk bekerja. Biasanya perangkat dari perusahaan telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang lebih baik, berbeda dengan milik pribadi.

“Perangkat pribadi atau tren Bring Your Own Device (BYOD), merupakan salah satu penyebab terinfeksi ransomware. Hal ini karena ransomware dapat memasuki jaringan lebih mudah melalui perangkat pribadi,” kata Hendra.

2. Tidak menggunakan WiFi publik

Pengguna sebaiknya tidak menggunakan layanan WiFi publik yang biasanya tidak memiliki level enkripsi tinggi. Tips lain, jangan pernah membuka email, link ataupun situs web mencurigakan.

Hendra menyarankan, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan orang-orang bagian sistem keamanan di perusahaan tempatnya bekerja jika mendapatkan email, link dan situs web mencurigakan.

“Perusahaan harus bisa mengedukasi para karyawannya agar berhati-hati dan tidak sembarangan membuka email ataupun link mencurigakan. Hal ini juga berlaku pada pengguna komputer pribadi, karena tidak menutup kemungkinan juga bisa menjadi korban,” ungkap Hendra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *