Tips Singkat Usai Mobil Tersapu Air Laut

Posisi geologis Indonesia pada pertemuan tiga lempeng utama dunia seperti lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik menyebabkan Indonesia menjadi negara yang rawan gempa bumi dan tsunami.

Gempa yang disusul tsunami bisa datang kapan saja, baik akibat gempa tektonik maupun vulkanik. Seperti yang terjadi baru-baru ini tsunami menerjang pesisir Selat Sunda.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tsunami juga dapat meluluhlantahkan bangunan maupun kendaraan. Jika kendaraan – katakanlah tidak hancur – namun hanya diterjang sapuan air laut, memerlukan perawatan khusus agar kondisinya dapat kembali seperti semula.

Menurut Bambang Supriyadi, Product Improvement Dept. Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), ada beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian khusus usai disapu air laut.

Hal pertama yang harus dilakukan, satran Bambang, adalah dengan segera melakukan pembersihan atau pencucian baik bagian luar maupun dalam. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan endapan garam yang menempel, sekaligus mencegah terjadinya karat.

Usai dibersihkan dan dicuci. Segera keringkan karpet dan semua material yang terendam. Ini dilakukan untuk menghindari bau, jamur dan menangkal timbulnya bakteri atau kuman akibat rendaman air laut yang terlalu lama dibiarkan.

Selain ituy, yang juga menjadi perhatian utama adalah kelistrikan dan bagian-bagian pengapian. Pastikan bagian soket-soket listrikan terbebas dari endapan air laut. “Jangan ditunda, bersihkan soket-soket sistem kelistrikan,” ujarnya.

Terakhir, yang paling utama adalah memperhatikan dan membersihkan bagian mesin. Patinya oli harus dikuras, dan diganti dengan oli baru. Jika perlu sampai 2-3 kali ganti oli untuk mengeluarkan sisa-sisa air laut yang terjebak di dalam mesin.

“Selain ganti oli mesin. Jangan lupa bersamaan dengan itu ganti juga oli transmisi dan gardan,” tutupnya.

Jika ragu membersihkannya sendiri, sebagaiknya segera membawa mobil ke bengkel resmi terdekat. Dan ingat, mobil jangan dihidupkan.